Potensial, Pemerintah Mesti Gaet Wisatawan Milenial

Potensial, Pemerintah Mesti Gaet Wisatawan MilenialKawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
06 Desember 2019 05:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menggaet wisatawan milenial, untuk meningkatkan kunjungan.

Ketua GIPI DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan generasi milenial saat ini dalam berwisata tidak hanya ingin melihat-lihat. Mereka kini menginginkan wisata yang memberikan pengalaman tersendiri.

“Sudah saatnya untuk pembenahan produk dan destinasi untuk memiliki standar Internasional. Generasi milenial tidak ada yang loyal customer, yang ada adalah uniqueness yang menjadi daya tarik dan harga yang murah,” kata Bobby, Kamis (5/12).

Bobby mengungkapkan sejumlah hal perlu dilakukan pemerintah. Dari sisi produk harus mulai distandardisasi semua destinasi dengan standar internasional, narasi dan storytelling yang benar, sehingga wisatawan mancanegara (wisman) ataupun wisatawan nusantara (wisnus) milenial dapat pengalaman dari kunjungannya, tidak hanya melihat, tetapi bisa merasakan bagian dari destinasi tersebut.

“Dari sisi marketing jelas tourism 4.0 based on digitalized. Dari sisi selling permudah akses wisman masuk ke Indonesia, terutama airline yang menjadi faktor utama hal ini harus under regulasi pemerintah,” ucapnya.

 

Wisman Menurun

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, yang diungkapkan Kepala BPS DIY, Heru Margono, jumlah  kunjungan  wisman ke  DIY melalui pintu masuk Bandara Adisutjipto pada Oktober 2019 turun 10,12% dibanding jumlah kunjungan pada September 2019, yaitu dari 10.655 kunjungan menjadi 9.577 kunjungan. “Sedangkan jika dibandingkan dengan Oktober 2018, jumlah kunjungan wisman Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 17,53 persen,” ucapnya.

Jika melihat tren tiga tahun terakhir kunjungan wisman memang mengalami penurunan. Januari hingga Oktober 2017 jumlah wisman 13.535, kemudian menurun pada Januari hingga Oktober 2018 menjadi 11.613 dan kembali menurun pada Januari-Oktober 2019 ini, yaitu menjadi sebanyak 9.577 wisatawan.

Sementara untuk jumlah wisman menurut negara asal, Malaysia menempati urutan pertama dengan menyumbang 37.215 wisatawan, diikuti Singapura 12.005, lalu Prancis 3.946, kemudian Tiongkok 3.200, lalu Jerman 2.949, dan Amerika 2.795.