Transaksi Kartu Kredit Diprediksi Bakal Melejit

Transaksi Kartu Kredit Diprediksi Bakal MelejitIlustrasi kartu kredit. - Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam
12 Desember 2019 07:37 WIB Ipak Ayu & Maria Elena Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Perbankan masih terus memacu pertumbuhan transaksi kartu kredit sebagai penggerak segmen konsumer pada pengujung 2019. Guna mencapai tujuan tersebut, berbagai upaya, termasuk berbagai program promo digelontorkan bank.

Bank Indonesia menunjukkan transaksi kartu kredit membaik sejak memasuki kuartal III/2019, setelah sempat mencatat pertumbuhan stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Per Juli 2019, volume transaksi kartu kredit tercatat naik 7,17% (year on year/yoy) menjadi 28,47 juta transaksi. Sementara nilai transaksi per Juni tercatat meningkat 11,69% yoy menjadi Rp29,86 triliun.

Namun, transaksi kartu kredit kembali tumbuh melambat per Oktober 2019, volume transaksi kartu kredit tumbuh 1,61% yoy menjadi 30,15 juta transaksi dan nilai transaksi kartu kredit tumbuh 4,42% menjadi Rp29,3 triliun.

Meski demikian, kinerja bagus masih ditunjukkan oleh sejumlah perbankan, misalnya dua bank raksasa yang optimistis kinerja kartu kredit akan melejit hingga tutup tahun 2019, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk.

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Handayani mengatakan guna mengejar target kinerja kartu kredit, perseroan pun menggelar berbagai penawaran akhir tahun mulai dari cicilan 0%, beli satu dapat satu dan lainnya.

Sementara meski tak menyebut angka pertumbuhannya, Handayani memastikan saat ini pertumbuhan kartu kredit masih sesuai dengan target sampai akhir tahun. "Growth masih inline sesuai target, kami punya berbagai program akhir tahun untuk nasabah kartu kredit," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (11/12).

Sementara itu, kartu kredit perseroan mengalami volume pertumbuhan yang positif hingga kuartal III/2019, tercatat naik 34% yoy. Perseroan mencatat, transaksi di merchant travel dan pelesir memberikan kontribusi yang signifikan. Belum lama ini perseroan mendapat penghargaan dari Mastercard terkait dengan kinerja kartu kredit BRI dalam mendukung Wonderfull Indonesia.

Di samping itu, transaksi lewat dagang-el turut menjadi penyumbang besar pertumbuhan transaksi kartu kredit perseroan. Perseroan juga tercatat menjadi bank terbesar dalam transaksi di platfom dagang-el dengan pertumbuhan hampir 500% yoy.

Pada akhir tahun, BRI menargetkan nilai transaksi kartu kredit akan tumbuh hingga 50% secara tahunan menjadi Rp10 triliun - Rp11 triliun dari Rp7,2 triliun pada akhir tahun lalu. Jumlah pengguna pun diharapkan naik menjadi 2,5 juta dari yang saat ini sekitar 2 juta.  

Semester Kedua

Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Santoso Liem menyampaikan per September 2019, outstanding kartu kredit perseroan meningkat 10,4% yoy menjadi Rp13,5 triliun, yang dihasilkan transaksi dari sekitar 4 juta pemegang kartu. Transaksi kartu kredit pada umumnya akan meningkat pada semester kedua, baik transaksi secara online maupun offline. "Secara historis, transaksi kartu kredit memang biasanya meningkat di semester kedua. Memang dominasi masih terjadi di transaksi offline di mana transaksi online terus mengalami peningkatan," katanya.

Santoso menuturkan perseroan biasanya akan menawarkan berbagai program diskon guna mendongkrak transaksi kartu kredit secara online pada akhir tahun. Perseroan pun memproyeksi transaksi menggunakan kartu kredit dapat tumbuh sekitar 10%-11% hingga akhir 2019. "Selain program promosi, ada kelengkapan fitur-fitur seperti cicilan, rewards BCA dan kontrol kartu kredit melalui BCA mobile yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pemegang kartu," tutur Santoso.

Sumber : Bisnis Indonesia