BI Siapkan Uang Kartal hingga Rp3 Triliun

BI Siapkan Uang Kartal hingga Rp3 Triliun Ilustrasi replika uang di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (4 - 4).Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam
17 Desember 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna memenuhi kebutuhan uang sama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Bank Indonesia (BI) DIY telah menyiapkan uang kartal sekitar Rp3 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengungkapkan ketersediaan uang tersebut diperkirakan sama dengan kebutuhan pada Nataru tahun lalu. Realisasi kebutuhan uang pada Nataru sebelumnya mencapai Rp2,5 triliun. "Hal ini dikarenakan karakteristik DIY sebagai tujuan wisata jelang penghujung tahun. Selain itu juga tingginya transaksi selama Nataru," kata dia di Gedhong Pracimosono, kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (16/12).

Ia mengatakan sudah menjadi tugas rutin BI untuk mengantisipasi dan menyiapkan kebutuhan uang bagi masyarakat di DIY selama Nataru. Dari perhitungan yang dilakukan BI, kebutuhan uang kartal tahun ini tidak jauh berbeda dengan Nataru sebelumnya.

"Jika dilihat dari realisasi kebutuhan uang kartal pada Nataru 2018 lalu justru turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, masyarakat sudah banyak menggunakan transaksi nontunai sehingga transaksi menggunakan uang tunai mulai berkurang," ujar dia.

Hilman menjelaskan uang kartal tersebut didistribusikan melalui perbankan yang ada di DIY, khususnya pengisian anjungan tunai mandiri (ATM) beserta mobil kas keliling. Untuk itu, BI telah mengimbau dan berkoordinasi dengan perbankan agar mengisi penuh ATM yang dimilikinya dan jangan sampai kosong.

"ATM yang paling penting harus isi karena ini liburan Nataru, banyak wisatawan yang mengisi dompetnya. Meskipun masih ada wisatawan yang membawa uang tunai, tetapi saya lihat trennya makin turun karena maraknya penggunaan nontunai," imbuhnya.

BI DIY telah meminta perbankan untuk mengisi semua mesin ATM-nya baik pecahan Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000. "Hal ini berdasarkan estimasi perbankan terhadap masyarakat yang biasa menarik uang di perbankan dan dikarenakan karakteristik DIY sebagai tujuan wisata libur panjang penghujung tahun dan tingginya transaksi," ujar dia.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan keterbatasan uang tunai selama periode Natal dan Tahun Baru ini. BI siap memenuhi permintaan uang kartal tersebut baik itu pecahan besar maupun kecil baik untuk kebutuhan perbankan seperti ATM dan sebagainya. "Penukaran uang baru tetap dilayani via perbankan dan kas keliling," kata Hilman.  

Sempat Melambat

Dilansir dari laporan yang dirilis Bank Indonesia pada Jumat (29/11), posisi likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2019 tercatat Rp6.025,6 triliun atau tumbuh 6,3% (year on year/yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,1% (yoy).

Perlambatan M2 berasal dari seluruh komponennya. Komponen uang kuasi melambat, dari 7,0% (yoy) pada September 2019 menjadi 6,1% (yoy), dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan simpanan berjangka, tabungan dan giro valuta asing (valas).

Uang beredar dalam arti sempit (M1) juga menunjukkan perlambatan, dari 6,9% (yoy) pada September 2019 menjadi 6,6% (yoy) pada Oktober 2019, terutama bersumber dari perlambatan giro rupiah.  Demikian juga surat berharga selain saham, melambat dari 39,1% (yoy) pada September 2019 menjadi 33,4% (yoy) pada bulan laporan. Sementara itu, uang kartal tumbuh meningkat, dari 4,0% (yoy) pada September 2019 menjadi 5,1% (yoy) pada Oktober 2019.