Pertamina Diminta Antisipasi Kelangkaan BBM

Pertamina Diminta Antisipasi Kelangkaan BBM Ilustrasi Pertamina - Repro
22 Desember 2019 01:37 WIB Ni Putu Eka Wiratmini Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pertamina di wilayah operasi regional Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) diminta oleh BPH Migas untuk melakukan pengendalian internal terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan LPG sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan regional Jatimbalinus, yang merupakan marketing operation region (MOR) V Pertamina, menjadi wilayah dengan presentase over kuota penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tertinggi.

PT Pertamina (Persero) pun diharapkan dapat melakukan pengendalian internal terhadap BBM dan LPG 3 Kg sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Selain itu, MOR V juga diharapkan segera mengimplementasikan Program Digitalisasi Nozzle dan menyampaikan segala kekurangan dan hambatan yang terjadi di lapangan secara transparan. Tim BPH Migas akan melalukan  kroscek pelaksanaan Digitalisasi Nozzle di lapangan.

Dengan digitalisasi nozzle, setiap pembelian BBM, nomor polisi kendaraan akan dicatat agar dapat diketahui rata-rata konsumsi BBM JBT atau pun JBKP per konsumen.

“Terkait program Digitalisasi Nozzle diharapkan MOR V dapat membuat Surat Edaran atau melakukan pertemuan dengan owner SPBU se – MOR V  yang sudah melaksanakan Digitalisasi Nozzle agar setiap konsumen yg melakukan pembelian BBM nomor polisinya dicatat,” katanya, seperti dikutip dalam rilis, Sabtu (21/12/2019).

General Manager Pertamina MOR V Werry Prayogi mengatakan wilayah distribusi tersebut sudah melakukan persiapan dengan melakukan tambahan sarana yang akan dilaksanakan mulai tanggal 21 Des 2019 – 01 Jan 2020. Sarana distribusi BBM selama Nataru di MOR V yakni KiosK Pertamax Kemasan di 3 Titik, KiosK Modular 6 Titik, Motor kemasan 2 Titik, dan SPBU kantong 16 titik.

“Terkait Digitalisasi Nozzle, MOR V sangat mendukung program tersebut. MOR V akan membuat surat Edaran dan menyampaikan kendala yang terjadi di lapangan kepada pusat dan akan disampaikan kepada BPH Migas,” sebutnya.

Sumber : bisnis.com