Banjir Menerjang, Klaim Asuransi Properti & Kendaraan Siap-Siap Melonjak

Banjir Menerjang, Klaim Asuransi Properti & Kendaraan Siap-Siap MelonjakSejumlah anak bermain saat banjir di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Menurut warga banjir mulai merendam areal sekitar perumahan pada pukul 04.00 WIB. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
02 Januari 2020 11:57 WIB Wibi Pangestu Pratama Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Bencana banjir yang terjadi awal tahun ini berpotensi meningkatkan klaim, khususnya bagi asuransi kendaraan dan properti.
Untuk itu,

Industri asuransi umum dinilai perlu mengantisipasi risiko banjir dari musim penghujan yang masih berlangsung.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menilai bahwa bencana banjir yang melanda kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berpotensi meningkatkan klaim asuransi umum.

Dia menjelaskan bahwa klaim lini kendaraan dan properti akan meningkat, khususnya bagi polis yang diperluas dengan risiko banjir.
Selain itu, nasabah pun akan mengajukan klaim kerugian akibat banjir yang merupakan bencana alam.

Meskipun bencana yang melanda cukup besar, menurut Dody, hal tersebut tidak akan secara signifikan memengaruhi manajemen risiko industri asuransi umum. Saat ini, manajemen risiko dari industri relatif masih terkontrol.

"Memang potensi klaim akibat risiko banjir diprediksi akan naik, tapi pasti ada back up reasuransi untuk risiko katastropik," ujar Dody kepada Bisnis, Rabu (1/1/2019).

Kedua lini yang paling terdampak bencana banjir tersebut merupakan lini bisnis utama dari industri asuransi umum. Berdasarkan data AAUI per kuartal III/2019, lini asuransi properti mencakup 26% pangsa pasar asuransi umum dan lini kendaraan mencapai 24%, total keduanya mencakup 50% dari total pangsa pasar.

Kedua lini itu pun mencatatkan kontribusi klaim yang dominan, yakni asuransi properti yang mencapai 18,3% dari total klaim dan asuransi kendaraan mencakup 23,3% dari total klaim, terbesar dibandingkan dengan lini-lini lainnya. Kedua lini itu pun mencakup 41,6% dari total klaim asuransi umum.
 
Dody menilai bahwa dampaknya terhadap kinerja industri secara keseluruhan belum dapat diukur. Namun, dia optimistis bahwa bencana banjir tidak akan menekan kinerja asuransi umum.
 
Dia pun menghimbau agar perusahaan-perusahaan asuransi dapat memberikan respon segera terhadap ajuan klaim dari tertanggung. Layanan yang baik menjadi kunci mempertahankan kinerja industri dalam kondisi seperti saat ini.

"Perusaah dapat sekaligus melakukan survey dengan bekerja sama dengan tertanggung. Jika perlu, dilakukan langkah proaktif dengan mendata semua tertanggung yang lokasi objek pertanggungannya berada di daerah terdampak banjir," ujar Dody.

Sumber : bisnis.com