Hingga Pekan Ketiga Januari, Harga Cabai Masih Tinggi

Hingga Pekan Ketiga Januari, Harga Cabai Masih Tinggi Pedagang cabai di Pasar Argosari, Gunungkidul, Senin (23/4/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
21 Januari 2020 09:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Alami kenaikan harga sejak awal tahun, harga cabai di wilayah DIY dinilai masih tinggi hingga saat ini.

Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan saat ini harga cabai masih tinggi. “Cabai rawit merah dan cabai TM atau konsumsi masih tinggi,” ucap Yanto, Senin (20/1).

Ia mengatakan penyebab kenaikan harga tersebut tidak lain dikarenakan pengaruh cuaca, karena saat ini luasan lahan panen masih memasuki masa tanam. Permintaan cabai dinilai juga cukup tinggi, lantaran kurangnya edukasi masyarakat untuk menggunakan alternatif cabai bubuk. “Kita harus banyak mengedukasi masyarakat, karena pada umumnya masyarakat masih suka cabai yang segar atau fresh. Belum banyak yang memilih cabai dalam kemasan bubuk,” ujarnya.

Harga saat ini cabai merah keriting Rp45.300/kilogram (kg), kemudian cabai merah besar Rp65.300/kg. Cabai rawit hijau diharga Rp39.600/kg, dan untuk cabai rawit merah Rp67.600/kg.

Sementara untuk bawang merah yang juga sempat mengalami kenaikan harga berbarengan dengan harga cabai, dinilai Yanto mulai bernagsur turun harganya. Namun, ada komoditas gula pasir yang mengalami kenaikan harga. “Untuk gula pasir kondisi dikarenakan masa giling sudah selesai, sekarang baru persiapan tanam namun demikian untuk stok nasional masih mencukupi. Diharap harga pekan ini sudah turun sesuai harga eceran tertinggi (HET). Saat ini untuk gula pasir diharga Rp13.800/kg,” ujarnya.