Belum Semua Event Wisata Menarik untuk Wisman, Ini Penyebabnya

Belum Semua Event Wisata Menarik untuk Wisman, Ini PenyebabnyaWisatawan membeli oleh-oleh cokelat di kompleks wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
29 Januari 2020 06:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku wisata menilai agenda wisata di DIY pada 2020 cukup menarik wisatawan. Sayangnya keterlambatan perilisan kalender dan kurang kuatnya unsur budaya lokal dalam agenda wisata membuat wisatawan mancanegara kurang tertarik.

Event cukup menarik, tetapi launching calender of event untuk wisatawan mancanegara (wisman) terlambat. Seharusnya sudah dilakukan paling lambat December, agar industri di luar sana bisa menjual,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie, Senin (27/1).

Selain itu, Bobby mengatakan dari rangkaian agenda wisata yang telah dirilis, tak semua dapat menarik wisman. Sebab unsur budaya dalam agenda tersebut kurang kental. Seharusnya, kata dia, agenda tersebut dilengkapi narasi budaya atau story telling agar semakin menarik.

Guna memaksimalkan berbagai agenda yang ada terhadap kunjungan wisatawan, Bobby menuturkan diperlukan konsistensi dan komitmen. “Konsistensi dan komitmen terhadap penyelenggaraan event sesuai kalender yang dibuat, semaksimal mungkin tidak berubah waktu dan timingnya setiap tahunnya agar lebih mudah menjualnya,” katanya. 

Calender of Event

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Sanida mengatakan Dispar DIY telah merilis calendar of event 2020 pada Kamis (23/1) untuk mendukung visi Pemerintah Daerah DIY pada 2025 sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera serta peningkatan jumlah kunjungan ke DIY.

Ada sejumlah event unggulan yang akan digelar dalam waktu dekat seperti Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) pada Minggu (2/2)–Rabu (5/2), kemudian Jogja Air Show Sabtu (21/3)–Minggu (22/3), Jogja Marathon masih di bulan yang sama, tepatnya pada Minggu (29/3) serta berbagai event lain. “Total ada 283 agenda, yang terbagi menjadi seni budaya, olahraga, musik, pameran, kuliner, fesyen, otomotif, festiva, karnival, contest/ tournament, seminar,” ujarnya.