Final Pucuk Cool Jam 2020 Digelar di Jogja

Final Pucuk Cool Jam 2020 Digelar di JogjaAssistant Brand Manager Teh Pucuk Harum Debora Christiany (tengah) dalam jumpa pers Pucuk Cool Jam 2020 'Make the Journey Louder' di Canting Restaurant, Galeria Mall, Jogja, Kamis (30/1)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
31 Januari 2020 20:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJAPucuk Cool Jam 2020 bertajuk Make the Journey Louder akan memasuki babak final. Jogja terpilih sebagai kota diselenggarakannya babak final yang akan diikuti tujuh finalis kategori band dan ekstrakurikuler (ekskul). Final akan digelar di lapangan parkir Stadion Mandala Krida, Jogja, Sabtu (1/2).

Assistant Brand Manager Teh Pucuk Harum Debora Christiany mengatakan Pucuk Cool Jam merupakan bentuk komitmen Teh Pucuk Harum untuk terus mendukung dan mewujudkan generasi muda Indonesia yang kreatif, dinamis, berani, dan berprestasi. Ajang pencarian bakat bermusik dan seni tari sangatlah berperan dalam mewadahi anak muda yang selama ini kurang mendapat apresiasi khususnya anak SMA/SMK yang sedang mencari passion. "Kami berharap para finalis Pucuk Cool Jam 2020 dapat merasakan pengalaman yang bermakna selama mengikuti ajang ini dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung," kata dia dalam jumpa pers Pucuk Cool Jam 2020 Make the Journey Louder di Canting Restaurant, Galeria Mall, Jogja, Kamis (30/1).

Ia mengatakan pada final ini, ketujuh finalis band dan ekskul akan melalui proses penjurian yang lebih ketat karena akan dinilai secara langsung oleh juri yang kompeten. Juri yang akan terlibat yakni Armand Maulana dan Iga Massardi sebagai juri kategori band serta Bisma Karisma dan Ufa Sofura sebagai juri kategori ekskul. "Masing-masing juri akan memberikan penilaian dari segi performance art, skill bermusik, dan elemen penunjang live performance seperti yang sudah dibekali saat sesi workshop kreatif," kata dia.

Salah satu juri kategori band, Iga Massardi mengaku senang dan terhibur melihat aksi para finalis Pucuk Cool Jam dari tahun ke tahun karena semakin bagus. Ia mengatakan penampilan para finalis tahun ini harus lebih berkualitas. Akan ada tantangan khusus dari tim juri untuk para finalis kategori band yaitu membawakan aransemen lagu yang ditulis oleh Iga Massardi. Nantinya lagu ini akan dinyanyikan dan dibuatkan dalam bentuk music video untuk pemenang utama Pucuk Cool Jam 2020.

"Mereka harus bisa menjawab tantangan yang diberikan secara baik sejalan dengan kualitas musikalitas dan chemistry-nya," jelas dia.

Juri kategori ekskul Ufa Sofura mengatakan para finalis harus bisa menunjukkan bakat dan penampilan tebaik mereka. Ada beberapa poin penting untuk menunjang penampilan yakni koreografi, power, kekompakan, ekspresi, dan kostum yang seirama antarsesama penari. "Semoga para finalis bisa menunjukkan kalau anak muda Indonesia itu memiliki talenta luarbiasa dan potensi yang baik," ujar dia.

Tujuh finalis kategori band yakni Sound Holic (SMAN 5 Depok); Mahesa (SMAN 2 Bandung); Chopstick (SMKN 2 Kasihan Bantul); Smada Big Band (SMAN 2 Surabaya); D'Kenz (SMAN 6 Samarinda); Spatium Patra Musica (SMA Patra Mandiri 1) dan BM Band (SMAN 4 Bantaeng). Untuk kategori ekskul finalisnya Elfive (SMAN 5 Depok); Gloomy Ghost (SMKN 10 Bandung); Salvador (SMA Bopkri 1 Jogja); Rosevelt (SMAK Kalam Kudus, Malang); Tari Batinga Lembonna (SMA Mahaputra Tello); ScareCrow (SMAN 1 Samarinda) dan Insane Dance (SMA Xaverius 1, Palembang).

Dalam ajang ini, selain penampilan tujuh finalis, sederet musisi kenamaan Tanah Air yakni Guyon Waton, Maliq & D'essentials, Sal Priadi, White Shoes & The Couples Company, FSTVLST, dan Endank Soekamti.