Soal Harga Cabai, Pemerintah Serahkan Pasar

Soal Harga Cabai, Pemerintah Serahkan PasarPenjual cabai rawit merah di Pasar Wates, Senin (27/1/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
01 Februari 2020 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Meski harga cabai masih melambung tinggi, pemerintah menyerahkan persoalan ini pada mekanisme pasar lantaran stok masih mencukupi.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengungkapkan harga rata-rata cabai merah keriting naik Rp1.667 menjadi Rp57.667 per kilogram (kg). Harga cabai merah besar masih bertahan di angka Rp71.000 per kg.

"Untuk cabai rawit hijau masih stabil Rp40.333 per kg dan cabai rawit merah turun Rp1.667 menjadi Rp76.667 per kg. Masih tinggi harganya," kata dia, Jumat (31/1).

Ia mengatakan harga cabai masih stabil tinggi karena luasan panen terbatas di Kulonprogo hanya cukup untuk memasok kebutuhan di Jogja dan tidak lagi dikirim ke Jakarta. "Di samping itu, luasan panen berkurang, cuaca dan hama juga berpengaruh. Kami perkirakan pada pertengahan Maret dan April mulai panen raya," kata dia.

Ia mengatakan untuk intervensi, pihaknya akan menyerakan pada mekanisme pasar karena ketersediaan produk ini masih cukup. "Arti cukup di sini tidak melimpah karena luasan lahan panen terbatas," jelas dia.

Sementara itu, untuk daging ayam dan telur harganya masih di bawah harga acuan pemerintah walaupun terjadi fluktuasi harga. Untuk gula pasir di pasar tradisional harga masih melebihi harga yang ditetapkan pemerintah. "Untuk di toko-toko swalayan harga sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi)

daerah. Kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Perdagangan dalam menurunkan harga gula yang ada di pasar tradisional," kata dia.

Khusus minyak goreng, kata dia, harga tinggi karena harga CPO (crude palm oil) dunia masih tinggi.  “Operasi pasar terutama komoditas beras jadi dilaksanakan menunggu permohonan kabupaten/kota untuk jumlah warga  dan lokasi pelaksanaan," ujar dia.

Enumerator harga Disperindag DIY Sumarno mengatakan harga rata-rata bawang merah Rp25.000 per kg, bawang putih kating Rp34.000 per kg, bawang putih sinco Rp30.333.