UMKM DIY Terganjal Ini Saat Go Public

UMKM DIY Terganjal Ini Saat Go PublicIlustrasi pasar modal. - Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
10 Februari 2020 06:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa go public.

Kepala BEI DIY, Irfan Noor Riza mendorong UMKM di DIY bisa go public di Bursa Efek Indonesia. Menurutnya hal tersebut merupakan kesempatan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan produknya agar berkembang atau naik kelas.

“Pasar modal akan berdampak besar dalam mengangkat ekspor produk UMKM Indonesia di kancah internasional. Selain itu, dengan go public maka produk-produk andalan UMKM bisa lebih mudah diketahui oleh pasar luar negeri,” kata Irfan, Minggu (9/2).

Irfan mengungkapkan masuknya UMKM di pasar modal akan mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Secara sederhana, kata dia, pasar modal sebagai suatu alat keuangan. Jika UMKM bisa masuk, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan UMKM pun bisa berkembang.

Menurut dia, di DIY sampai saat ini masih belum ada UMKM DIY yang melantai ke Bursa Efek Indonesia. Namun, secara potensi DIY cukup besar. Pihaknya sangat mendorong UMKM di DIY ini untuk go public.

Pihaknya berupaya masuk ke kantong-kantong komunitas UMKM bekerja sama dengan lembaga atau dinas-dinas terkait untuk menyosialisasikan dan mengedukasi agar para UMKM ini tidak hanya melek investasi pasar modal tetapi juga melek go public.

“Kami juga ada IDX Incubator yang kami buat untuk menginkubasi UMKM-UMKM atau startup yang berorientasi menuju go public. Kami juga bergandengan tangan dengan kampus-kampus perguruan tinggi yang mempunyai program inkubator untuk bersinergi,” ujarnya.  

Perusahaan Keluarga

Ia melihat rata-rata kendala yang banyak dihadapi para UMKM ini untuk go public adalah berbentuk perusahaan keluarga dan belum berbentuk PT. Tata kelola perusahaannya pun juga belum baik. Laporan keuangannya juga belum memenuhi standar. Pihaknya bertekad membimbing dan menginkubasi para UMKM ini agar nantinya bisa go public.

“Potensi UMKM di DIY ini cukup besar. Go public menjadi salah satu peluang untuk besar. Harapan kami, nantinya akan banyak UMKM di DIY yang berhasil go public. Menjadi besarlah dengan go public. Jika UMKM DIY kita nantinya menjadi besar, maka ekonomi DIY pun juga niscaya akan bertumbuh,” ujarnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Parjiman mengatakan terkait dengan UMKM, pihak OJK terus memberikan dukungan. Misalnya dengan membuka Bank Wakaf Mikro (BWM) yang khusus memberikan pembiayaan dalam skala kecil.

“Selain itu OJK juga terus meminta lembaga keuangan agar meningkatkan kredit usaha rakyat [KUR]. OJK juga memberikan edukasi kepada UMKM agar lebih memahami industri keuangan yang diharapkan akan lebih mempermudah UMKM bermitra dengan industri keuangan,” ucapnya.

Dikatakannya, UMKM terutama usaha mikro dan kecil mayoritas masih terkendala pada permodalan dan pemasaran. “Mayoritas mereka kalau meminjam di bank masih merasa keberatan dengan tingkat suku bunga,  makanya untuk lebih mendorong perkembangan UMKM bunga fasilitas KUR diturunkan menjadi 6 persen dan OJK sangat concern dengan dibentuknya BWM,” ujarnya.