Pemerintah Jamin Pembiayaan Kesehatan

Pemerintah Jamin Pembiayaan Kesehatan Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. - THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
04 Maret 2020 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah telah menetapkan pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus Covid-19 atau virus Corona. Hal tersebut telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya yang diteken Menteri Kesehatan pada 4 Februari 2020. 

Diktum kedua Kepmenkes tersebut menyebutkan segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud diktum kedua dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait Manfaat Yang Tidak Dijamin disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah.

“Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar

Biasa [KLB]. Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Iqbal, Selasa (3/3).

Iqbal juga menambahkan BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terkait dengan ketentuan yang ada dalam Kepmenkes tersebut. Peserta juga diimbau untuk tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan.

“Kami mengimbau khususnya FKTP untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukkan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat virus Covid-19. FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujar dia.

Iqbal juga mengimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut. “Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain,” kata Iqbal.  

MICE Turun

Kasus virus Covid-19 turut memengaruhi aktivitas meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE) di Jogja. Terjadi penundaan sehingga membuat hotel mengalami kerugian. Adventa Pramushanti, Public Relations Manager Hotel Tentrem Yogyakarta mengatakan terdapat beberapa penundaan untuk beberapa pertemuan dan event karena adanya kasus Covid-19. "Terlebih sejak diumumkannya kasus positive Corona di Indonesia kemarin. Beberapa menunda event hingga Juni atau sesudah Lebaran. [Penundaan] terutama klien yang mengadakan event skala international atau ASEAN," jelas dia.

Ia menjelaskan untuk performa Hotel Tentrem pada Januari dan Februari 2020 sebetulnya lebih bagus daripada tahun sebelumnya. Semakin ke pertangahan tahun, grafis performa akan semakin naik. Namun, karena ada penundaan ini grafis performa justru turun. "Ketika diumumkan positif kemarin, malah pada postponed gitu. Jadi grafiknya bukan naik, tetapi menurun. Jadi yang pada nunda tuh event yang di Maret atau April. Mereka pindah ke Juni-Juli," jelas dia.

Venta menyebutkan Hotel Tentrem Yogyakarta melakukan beberapa langkah pencegahan dini yang diharapkan bisa menekan perpindahan/peredaran virus. Langkah yang diambil di antaranya meletakkan hand sanitizer di area-area seperti front office, restoran, health club, art galery, dapur, kantin karyawan, pintu masuk karyawan, parking basement. Kemudian, di public area, attendant sesering mungkin menyemprotkan cairan disinfectant ke tombol-tombol lift.

"Kami juga membiasakan staf utk mencuci tangan saat masuk dan keluar kantin. Meminta supplier yang datang untuk mencuci tangan sebelum menurunkan barang-barang. Memeriksa suhu tubuh karyawan dan supplier di pintu masuk karyawan," kata dia.

Selain itu, pihak hotel juga memeriksa suhu tubuh tamu yang check in. Jika suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius, maka yang bersangkutan dipersilakan untuk meninggalkan area hotel dan bisa kembali jika dokter sudah memberikan surat keterangan sehat. Persediaan masker pun sudah mencukupi jika dibutuhkan baik oleh staf maupun tamu.

"Kami juga akan memberikan training dan penyuluhan pada karyawan tentang Corona, agar tetap aware tetapi tidak terjebak hoaks. Untuk training tersebut, kami sedang berkoordinasi dengan departemen kesehatan dan RS yang sudah bekeja sama," ujar dia.

Hal senada terjadi di Royal Ambarrukmo. Marketing Communications Royal Ambarrukmo Yogyakarta Khairul Anwar menyebutkan Royal Ambarrukmo mendapati tiga acara konferensi internasional atau ekshibisi yang besar skala internasional yang memberitahukan pengunduran jadwal karena isu Covid-19 ini. "Kami terus memantau dan memastikan keamanan, baik dari segi fisik dan kesehatan lingkungan di area Royal Ambarrukmo serta Plaza Ambarrukmo dalam satu kesatuan kompleks," ujar dia.

Semenjak isu Covid-19 merebak di pertengahan Januari lalu, Royal Ambarrukmo sigap menanggapinya dengan menyediakan hand sanitizer di area lobi hotel, restoran, kamar kecil, beserta informasi mengenai Covid-19 yang singkat dan jelas. Secara internal, Royal Ambarrukmo juga mengadakan penyuluhan tentang penanganan awal dan identifikasi berkenaan dengan isu Corona ini, agar karyawan siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

"Sebagai tambahan, Royal Ambarrukmo pada 2018 telah tersertifikasi HACCP dan 2019 akhir lolos untuk audit ISO 22,000 yang berkenaan dengan higienitas dan kualitas proses pengolahan makanan dari hulu ke hilir," ujar dia.