Advertisement
Mau Berwirausaha? Simak Tip dari Zaskia Adya Mecca Ini
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Guna memulai sebuah usaha, seseorang harus memiliki kemauan yang kuat dan memahami potensi yang dimiliki. Hal itu disampaikan Zaskia Adya Mecca dalam seminar Moslem Enterpreneurship yang merupakan rangkaian Pegadaian Halal Lifestyle di Malioboro Mall, Jogja, Minggu (8/3).
Zaskia terpikirkan untuk membuka usaha setelah menikah dengan Hanung Bramantyo. Sebab dengan kesibukan sebagai artis ia akan kesulitan mengurus rumah tangga. Ia pun memutuskan membuka usaha sehingga ia tetap bisa produktif dan mengatur waktunya dengan baik.
Advertisement
"Tetapi, kita harus tahu kemampuan kita itu apa. Kita pahami juga kekurangan kita. Lalu, kita cari partner usaha untuk mengisi kekurangan kita. Waktu itu saya ajak kakak saya untuk mengisi kekurangan saya di bidang jualan," kata dia, Minggu.
Usaha Meccanism yang bergerak di bidang fesyen busana muslim dimulai tujuh tahun lalu dengan modal awal Rp7,5 juta. Dengan kerja keras, usahanya semakin berkembang. Ia terus aktif membuat usaha lain bersama saudaranya dan hingga kini telah memiliki lima perusahaan dan salah satunya di DIY berupa produk Mamahke Jogja.
"Mas Hanung kan sering syuting di Jogja, lalu ketika saya pulang ke Jogja, saya merasa enggak ada kegiatan dan kok jadi enggak produktif. Akhirnya membuka usaha Mamahke Jogja dan sudah tiga tahun ini, alhamdulillah masih diterima masyarakat," jelas dia.
Ia meyakini membuka usaha harus diiringi niat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar jalan usahanya juga dimudahkan. Selain itu, sebagai pengusaha harus selalu berpikiran positif sehingga hal-hal yang negatif dijauhkan. "Saya niat usaha juga bukan untuk memperkaya diri sendiri, tetapi untuk bisa membantu orang tua. Kalau niatnnya bukan untuk memperkaya diri sendiri, Insyaallah lancar," jelas dia.
Ia menyoroti saat ini banyak orang yang membuka usaha ingin instan langsung sukses dan menjadi bos. Hal itu tidak ia terapkan. Justru ketika usahanya baru dirintis, minimal selama 1,5 tahun ia harus terjun sendiri sehingga memahami seluk-beluk usaha yang digeluti. Ketika sudah paham, barulah menambah karyawan secara perlahan.
"Kita jadi tahu tentang usaha kita jadi ketika ada karyawan yang kesulitan, kita bisa kasih solusi. Kita juga jadi enggak asal nyuruh orang karena kita tahu susahnya. Kita paham risiko-risiko dan jalan keluarnya," ujar dia.
Ia juga berpesan khususnya bagi para perempuan, ketika menikah dan memiliki anak bukan berarti seorang wanita stagnan dan tidak bisa produktif ataupun memberikan manfaat bagi orang lain. "Kadang kita kaget dengan potensi kita sendiri. Sebenarnya potensi kita besar, cuma kadang enggak sadar," jelas dia.
Persaingan Usaha
Ia berpesan agar seseroang berani keluar dari zona nyaman, menghilangkan pikiran negatif dan pemismistis. Ia meminta para perempuan untuk tidak berputus asa. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak bisa bekerja dari rumah. "Saya bisa kerja dari rumah. Jangan kecil hati. Misal usaha kita gagal, kita harus tetap yakin rencana Tuhan jauh lebih baik," ungkap dia.
Ia juga berbagai tip menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. Ia mengaku ketika Meccanism lahir, pemainnya masih sedikit karena belum banyak artis yang hijrah dan membuka butik. Namun, semakin ke sini ia merasakan persaingan semakin banyak. Ia justru merasa tertantang dengan adanya persaingan ini. "Strateginya, kita harus ada karakter. Saya bisa bertahan karena punya karakter sendiri. Saya enggak ikut tren yang ada di pasar karena saya menciptakan tren sendiri," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengenalkan produk Pegadaian Syariah yang juga ia pakai. Pada awalnya, ia juga hanya tahu Pegadaian merupakan tempat untuk menggadaikan barang. Namun, ketika sudah mendapatkan edukasi, ia makin memahami Pegadaian merupakan lembaga yang membawa kemaslahatan untuk masyarakat.
"Pegadaian ada tabungan emas. Kenapa bentuknya emas, harga paling stabil dan kenaikan nilainya paling pasti. Emas juga bisa dipakai di seluruh dunia dengan nilainya sama. Produk dari Pegadaian Syariah ini aman di dunia dan akhirat. Kalau basisnya sudah syariah, berarti aman dan enggak akan menyulitkan bagi peminjam," jelas dia.
Seminar ini merupakan bagian rangkaian kegiatan hari kedua Pegadaian Halal Lifestyle. Selain seminar, kegiatan hari kedua juga diisi dengan kegiatan kids moslem fashion show competition, Pegadaian Syariah's Got Talent, seminar mengenai bisnis emas, dan bagi-bagi doorpize.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Sabtu 28 Maret 2026 Melonjak, Ini Daftar Gramasinya
- Konsumsi Pertamax Melonjak 33,9 Persen Selama Periode Lebaran 2026
- BI Prediksi Ekonomi DIY Triwulan I 2026 Melaju Berkat Efek Lebaran
- Perputaran Uang Lebaran di Jogja Diperkirakan Tembus Puluhan Triliun
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Ayam dan Beras Ikut Naik
- Isu Dirut Bulog Jadi Kabais TNI Ternyata Tidak Benar
- Lonjakan Harga BBM Picu Gangguan Pasokan di SPBU Inggris
Advertisement
Advertisement








