BCA Gelar Pelatihan Guru di DIY

BCA Gelar Pelatihan Guru di DIYVice President Corporate Social Responsibility BCA Rizali Zakaria (ke-13 kiri atas) dan Kepala Pengembangan Bisnis Cabang BCA KCU Yogyakarta Wahyu Hariatmanto (ke-10 kiri atas) berfoto bersama para guru usai pelatihan di DIY, Sabtu (7/3). - Ist \\n
11 Maret 2020 05:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mengimplementasikan komitmen dalam memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan di Indonesia. BCA melalui pilar Solusi Cerdas Bakti BCA mengadakan pelatihan guru sekolah binaan BCA di DIY yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk membekali guru-guru menghadapi pembelajaran abad ke-21 yang menerapkan teknik pembelajaran inkuiri. Hadir untuk membuka acara pelatihan ini Vice President Corporate Social Responsibility BCA Rizali Zakaria; Kepala Pengembangan Bisnis Cabang BCA KCU Yogyakarta Wahyu Hariatmanto; Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Sumarto dan fasilitator dari PT Kuark Internasional di Yogyakarta, Sabtu (7/3). Pelatihan ini diikuti 46 orang guru SD Binaan BCA Gunungkidul.

Wahyu mengatakan perkembangan pada abad ke-21 turut memengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Pembelajaran abad 21 sangat mengandalkan interaksi yang efektif di ruang kelas, dengan metode pembelajaran yang menarik dan bermakna, yang dikenal sebagai 4C Competences, yang terdiri dari communication (Komunikasi), collaborative (Kolaborasi), critical thinking (berfikir kritis) dan creativity and innovation (Kreatif dan Inovasi).

Pengajaran dengan 4C Competencies di kelas mendorong siswa mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Selain itu juga, melalui pelatihan ini diharapkan guru dapat memanfaatkan media teknologi yang sudah berkembang saat ini sehingga dapat mendukung dan memberikan pengalaman yang berharga bagi para guru dan siswa untuk menemukan metode pembelajaran yang efektif dan berkesan hingga seumur hidup. "Melalui program corporate social responsibility (CSR) Bakti BCA, pelatihan yang diberikan kepada para guru ini, diharapkan juga dapat memberikan wawasan dan pengalaman yang menjadi bekal untuk menjadi tenaga didik yang optimal dalam mengimplementasikan pendidikan yang berkualitas," ujar dia, Selasa (10/3).

Kurikulum sekolah yang mengusung metode pembelajaran inkuiri, yaitu metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk lebih aktif, menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga didik di Indonesia, dan bukan hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan. "Oleh karena itu, BCA akan memberikan edukasi dan solusi praktikal untuk para guru, sehingga dapat meningkatkan keterampilan mengajar yang sesuai dengan standar pendidikan di Indonesia," tambah Wahyu.

BCA kerap mengadakan pelatihan untuk guru-guru di beberapa wilayah di Indonesia demi meningkatkan kualitas pendidikan. Khusus untuk DIY, pelatihan guru dilakukan secara intensif berupa blended learning sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Pelatihan pada hari ini merupakan yang ketiga kalinya, atau tahap terakhir, lebih difokuskan kepada pengembangan instrumen penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran abad ke-21.