Ini Alasan Warga Tak Perlu Lakukan Panic Buying

Ini Alasan Warga Tak Perlu Lakukan Panic Buying Ari Kusmiyati, salah satu karyawan toko sembako di Pasar Bantul sedang menata dagangannya, Senin (6/4/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
17 Maret 2020 03:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY minta masyarakat tidak panik, dan tidak membeli barang berlebihan ditengah merabaknya virus Corona di sejumlah daerah.

"Masyarakat untuk tidak panik dan jangan ada lagi aksi memborong. Untuk ketersedian bahan pokok masih stok masih cukup," kata Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, Senin (16/3/2020).

Untuk kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga dikatakannya sejauh ini gula pasir. Itupun bukan karena efek virus Corona, kenaikan harga lebih disebabkan karena belum memasuki musim giling.

"Musim giling diperkirakan bulan Juni, persedian gula sudah menipis dan para distributor tidak berani beli dalam jumlah banyak sehingga biaya distribusi cukup tinggi," katanya.

Diharapkannya pada akhir Maret atau awal April harga sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), karena sudah banyak industri gula yang diberikan penugasan termasuk Bulog dan Madukismo. Adapun saat ini harga gula pasir Rp16.500/kg, masih diatas HET yang sebesar Rp12.500/kg.

Sementara itu beras IR 1, Rp9.600/kg, IR II Rp9.700/kg. Untuk daging ayam broiler Rp32.600/kg, telur ayam negeri Rp25.300/kg. Cabai merah keriting Rp28.300/kg, cabai merah besar Rp38.600/kg. Cabai rawit hijau Rp30.000/kg, cabai rawit merah Rp40.600/kg. Bawang merah Rp31.000/kg, Bawang Putih Kating Rp42.300/kg, dan Bawang Putih Sinco Rp37.000/kg.