Sepi Wisatawan, Pelaku Industri Terpaksa Berlakukan Potong Gaji Karyawan

Sepi Wisatawan, Pelaku Industri Terpaksa Berlakukan Potong Gaji Karyawan Ilustrasi replika uang di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (4 - 4).Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam
20 Maret 2020 06:22 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, SURABAYA—Dampak virus Corona terus dirasakan di berbagai lini, termasuk pariwisata. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Timur (Jatim) pun mengantisipasi kerugian dengan memberlakukan potong gaji bagi karyawan.

Kebijakan ini dirilis lantaran jumlah wisatawan turun drastic pascapemerintah mengimbau masyarakat menghindari tempat umum guna minimalkan penyebaran virus Corona. "Akibat penurunan jumlah wisatawan yang sangat drastis, pengusaha jasa perjalanan wisata di Jatim ada yang memberlakukan potong gaji ke karyawan dan meliburkan karyawannya," kata Ketua GIPI Jatim Gondo Hartono di Surabaya, Rabu (18/3).

Gondo mengakui setelah virus Corona masuk ke Indonesia, kondisi pariwisata Jatim seakan terpuruk. Wisatawan lokal maupun mancanegara tidak banyak yang melakukan pelesir di destinasi-destinasi wisata di Jawa Timur selain karena lokasi wisata ditutup karena menghindari  penyebaran virus Corona.

Biasanya dari total wisatawan yang berkunjung ke Jatim, sekitar 85% adalah orang-orang yang murni pelesir dan sisanya 15% untuk kunjungan bisnis.

"Tapi sekarang sudah enggak ada, sehingga untuk kategori perusahaan besar atau yang memiliki karyawan di atas 40 orang, tiap bulannya diliburkan sepekan demi efisiensi dan karyawannya yang tidak sampai 10 orang diberlakukan kebijakan libur Sabtu," katanya.

Terkait dengan insentif pariwisata yang ditunda oleh pemerintah, GIPI tidak terlalu mempermasalahkannya. Sebab saat ini memang belum waktunya untuk mengeluarkan dana promosi pariwisata, karena hanya akan sia-sia."Masyarakat sekarang takut naik pesawat dan transportasi umum sehingga minat pelesir turun drastis. Lebih baik pemerintah sekarang fokus untuk perangi virus Corona dulu supaya cepat selesai dan dampaknya tidak ke mana-mana," tuturnya.

 

Tak Potong

Sebelumnya, salah satu tempat wisata di Surabaya, yakni Kebun Binatang Surabaya (KBS) juga tutup selama dua pekan yakni hingga 29 Maret 2020, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19" di tempat itu.

Meski ditutup, Direktur Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Chairul Anwar mengaku tidak akan memotong gaji karyawannya, sebab hal itu tidak berpengaruh pada kondisi keuangan. "Cash flow keuangan PDTS KBS sejak 2016 sampai sekarang terbilang positif dan perusahaan dalam posisi untung, sehingga cukup untuk biaya perawatan serta pemenuhan pakan satwa, maupun kebutuhan gaji dan remunerasi para karyawan yang harus tetap dibayar selama penutupan dua pekan mendatang,” katanya.

Chairul memaparkan, pada hari aktif kerja, mulai Senin hingga Jumat, rerata jumlah pengunjung perhari memang di atas seribu orang. Pada hari Sabtu biasanya jumlah pengunjung meningkat mencapai 5.000 orang. Puncaknya Minggu atau hari libur jumlah pengunjung bisa mencapai di atas 10.000 orang.

"Saat Dinas Pendidikan mengumumkan siswa TK sampai SMP libur mulai 16-29 Maret 2020, naluri bisnis saya meyakini jumlah pengunjung KBS bisa booming. Terbukti pada Senin kemarin anak-anak Surabaya banyak yang main ke sini. Tapi karena harus melakukan langkah preventif dan telah menjadi kebijakan pemerintah, maka kami menutup sementara sampai 29 Maret," ujarnya.

Sumber : Antara