HC3 REGION HEAD ASTRA MOTOR YOGYAKARTA : Tidak Pernah Setengah-Setengah

HC3 REGION HEAD ASTRA MOTOR YOGYAKARTA : Tidak Pernah Setengah-SetengahHC3 Region Head Astra Motor Yogyakarta Djamilah / Ist - Dok Pribadi
31 Maret 2020 10:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—HC3 Region Head Astra Motor Yogyakarta Djamilah tak pernah setengah-setengah ketika bekerja. Ia selalu melakukan yang terbaik dan selalu berusaha pekerjaan yang ia lakukan membawa kemanfaatan untuk masyarakat. 

Sebelum berkarya bersama Astra Motor, Djamilah lebih dahulu karib dengan dunia jurnalistik. Bagaimana tidak, ia mengenyam ilmu jurnalistik ketika kuliah di Universitas Padjajaran. Ia lulus 2011.

Ketika kuliah di Universitas Padjajaran, ada keharusan magang dua kali di media. Satu di media cetak, online atau televisi. Waktu itu ia memilih magang di SCTV dan Viva. Meskipun magang, ia berusaha memberikan yang terbaik karena dalam magang itulah ia mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di lapangan sebanyak-banyaknya.

"Aku tuh enggak pernah setengah-setengah. Termasuk magang karena bisa dapat pengalaman banyak," kata wanita kelahiran Sorowako, Sulawesi Selatan ini kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Ketika menginjak semester tujuh, ia ditawari bekerja di tempat ia magang. Namun, ia menolak kesempatan itu karena ingin fokus kuliah.

Kemudian pada awal 2011, ia masuk ke Femina. Dua tahun ia menunjukkan kemampuan terbaiknya di Femina sampai pada suatu hari ada tawaran untuk menjajal dunia otomotif yakni di Astra Motor.

Kala itu ia menjadi Customer Relationship Management (CRM) Analyst di Head Office Astra Motor. Ia menyadari dunia kerja yang baru sangat berbeda dengan dunia kerja yang ia geluti sebelumnya. Di CRM Analyst ia lebih banyak mengolah data dan menganalisa data.

Tak dipungkiri ia sempat memerlukan adaptasi di posisi baru. Dari semula mengolah kata, kini mengolah angka dari menggunakan words, kini menggunakan excel.

Bahkan, sempat terlintas di pikiran pekerjaan yang sekarang tidak memiliki manfaat untuk masyarakat. Ketika kegalauan itu melanda, ia bertukar pikiran dengan rekan kerja lain. Ia bersyukur bertemu teman ngobrol yang tepat dan dibukakan pikiran untuk selalu melihat sisi positif dan bahwa pekerjaan yang sekarang pun membawa manfaat bagi orang banyak.

"Kita harus cari mentor. Untungnya ketemu dengan orang yang tepat. Kita harus bisa lihat sosok positif. Kita kerja kalau enggak tahu ada manfaat untuk orang lain, kaya enggak ada soulnya di situ. Aku kerja di Astra Motor itu bantu orang lain. Makanya aku membantu aktivitas-aktivitas corporate social responsibility  (CSR) Astra Motor, seperti safety riding," kata dia. 

Tugas Ganda

Setahun kemudian, ia mendapat tanggung jawab tambahan. Selain menjadi CRM Analyst, ia juga menjadi Corporate Communications Analyst. Ia tidak melihat tanggung jawab baru itu sebagai beban tambahan. "Ini artinya saya dipercaya dan I do my best," kata dia.

Ketika bekerja di Femina, ia juga sudah pernah merasakan double job sehingga ini bukan pengalaman baru. Dan ia bangga karena bisa survive dalam menghadapi tantangan. "Kalau dikasih pekerjaan tambahan, saya lihat sisi positif. Kalau galau atau mengeluh terus berarti kita lihat sisi negatif. Positifnya berarti kita dipercaya," jelas dia.

Ia menjelaskan 3,5 tahun kemudian ia pun dipercaya menjadi Manajer Customer Care di Astra Motor di Regional Jakarta. "Itu kesempatan. Prinsip hidupku itu, lakukan terbaik untuk apapun. Do good and good will come to you."

Satu tahun kemudian tepatnya April 2018, ia dipercaya sebagai HC3 Region Head Astra Motor Yogyakarta. Ini tantangan baru karena Regional Yogyakarta yang mengurus area Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas merupakah salah satu area terbesar di Main Dealer Astra Motor.

Ia pun tertantang untuk membuktikan dirinya mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Ia membuktikan tekad itu dengan mengangkat prestasi Jogja. Tahun lalu, ia membawa Jogja memenangkan lima kontes layanan Honda nasional dengan jumlah pemenang terbanyak. Ia juga membawa HC3 Region Astra Motor Yogyakarta meraih gelar performance terbaik pada 2019.

“Alhamdulillah aku juga dua tahun berturut 2017 dan 2018 memenangkan kompetisi The Best Contact Center Indonesia. Dua-duanya meraih predikat tertinggi Platinum, mengalahkan team leader perusahaan-perusahaan lain. Sangat bangga waktu itu bawa nama perusahaan.”.

Ia merupakan seseorang yang aktif di media sosial seperti Instagram karena selalu menyebarkan pesan positif kepada followers-nya. Ia senang jika bisa menjadi inspirasi orang lain seperti adik kelas. "Mungkin aku enggak sebaik yang mereka bayangkan, tetapi kalau itu jadi motivasi baik bagi mereka, aku seneng."

Djamilah memiliki daya juang yang besar dan selalu all out. Itu semua didapat dari pengalaman hidup. Ia selalu belajar dari setiap masalah yang dihadapi. Ia juga senang belajar dari pengalaman hidup orang lain. "Aku senang belajar dari masalah orang lain itu. Kita dapat insight. Kita jadi lebih bersyukur. Semenjak lakukan konsep itu, aku lebih positif, lebih bersyukur, dan lebih tenang."