KEPALA KANTOR IMIGRASI : Bekerja dengan Niat Memberikan yang Terbaik

KEPALA KANTOR IMIGRASI : Bekerja dengan Niat Memberikan yang TerbaikKepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Yusup Umardani./ Ist. - dok. pribadi
07 April 2020 07:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menjalani pekerjaan dengan niat memberikan yang terbaik, tanpa pamrih apapun menjadi modal yang dipegang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Yusup Umardani.

Yusup memulai karier tidak lepas saat diterima di pendidikan Akademi Imigrasi pada 1999. Setelah menyelesaikan studinya pada 2003 Yusup kemudian, mendapat penempatan di Biak kemudian pindah ke Bali.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan S1 Hukum di Universitas Ngurah Rai, Bali dan Magister Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 itu ini pada 2008 menjabat sebagai Kasubsi Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan. Pada 2011 ia mendapat amanah menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), Medan. Pada 2013 menjabat sebagai Kepala Seksi Lantas dan Statuskim di Kantor Imigrasi Kelas II Belawan.

Setelah itu pria kelahiran Magelang 41 tahun silam itu menjadi Kepala Seksi Lantas dan dan Statuskim, Kantor Imigrasi Kelas II Jember, pada 2016. Satu tahun setelahnya di tugaskan menjadi Kepala Seksi Visa Kunjungan Direktorat Lalu Lintas dan Keimigrasian di Jakarta. Kemudian pada 2018 menjadi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Madiun. Kemudian di 2020, diamanahi menjadi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Berbagai pengalaman ia dapat dari perjalanannya meniti karier tersebut. Sejumlah torehan pun menjadi kenangan tersendiri baginya. Seperti saat di Jember, membuat inovasi dalam pelayanan dengan konter khusus untuk orang lanjut usia, ibu hamil dan anak-anak dipisahkan dengan konter umum. Hal tersebut juga menjadi contoh kantor lainnya di seluruh Indonesia.

Selain itu juga, ketika di Madiun, Yusup mengembangkan aplikasi berbasis Android yang diberi nama Imigration Smart (IS) Madiun, yang mempermudah pengajuan paspor secara daring. Pada saat di Jakarta dikatakannya, Imigrasi turut menyukseskan hajatan bertaraf internasional ASEAN games.  Sedangkan, saat bertugas di Bali, dia mengaku sangat terkesan karena jumlah wisatawan mancanegara sangat tinggi. Otomatis pelayanan dan pengawasan juga semakin banyak. Pada 2019 ia juga sempat menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya X (Perunggu) dari Presiden.

Pria yang memiliki kegemaran berkendara Vespa dan pehobi burung kicau tersebut mengatakan dalam berkarier yang terpenting adalah bekerja dengan ikhlas dan niat baik. “Niat saya memberikan yang terbaik, Allah akan menuntun nantinya. Harus baik melayani, kita kerja tenteram ayem,” ujar Yusup, Senin (6/4).

Kendati demikian, dia mengaku perjalanan kariernya tidak lepas dari suka duka. Walaupun sudah berusaha sebaik mungkin, pasti tetap ada yang mencemooh. “Memang sulit memuaskan semua orang, tetapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.  

Semakin Baik

Menjalankan amanat di DIY juga menjadi kesan tersendiri bagi Yusup. Adanya bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) yang sudah beroperasi penuh, menjadikan tantangan untuk memberi pelayanan yang terbaik, dengan tetap menjalankan tugas lain penegakan hukum jika ada warga yang melanggar aturan, atau menyalahgunakan izin yang telah diberi.

Berbagai langkah lain juga dilakukan, untuk semakin memudahkan masyarakat. Seperti akan dibukanya Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di UGM yang telah selesai pengerjaannya. Hal tersebut utamanya akan memudahkan para mahasiswa dari luar negeri dan mendukung Jogja juga sebagai kota pendidikan. Kemudian di Lippo Plaza Jogja juga akan dibuka kantor pelayanan, dengan harapan semakin mendekatkan masyarakat. “Itu semua untuk semakin mempermudah masyarakat, karena masyarakat Jogja juga banyak ditambah para pendatang juga sehingga harapannya tidak harus lagi untuk buat paspor itu menunggu atau antre,” ujarnya.