Harga Produsen Gabah Turun 7,93%

Harga Produsen Gabah Turun 7,93% Para petani di Desa Trirenggo, Bantul, sedang memanen padi, Rabu (4/4/2018). - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
13 April 2020 07:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Harga produsen gabah di tingkat petani di DIY pada Maret 2020 rata-rata sebesar Rp4.542,86. Hal ini menunjukkan penurunan sebesar 7,93% dibanding dengan bulan Februari 2020 sebesar Rp4.934.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Heru Margono menyebutkan rata-rata harga gabah pada Maret 2020 di tingkat penggilingan juga mengalami penurunan. "Harga di tingkat penggilingan turun 8,22% dari Rp5.004,00 pada Februari 2020 menjadi Rp4.592,86 per kg," kata dia pekan lalu.

Ia menjelaskan harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp5.650 per kg pada gabah Kualitas gabah kering giling (GKG) dengan varietas Sunggal dan kualitas gabah kering panen (GKP) dengan varietas Ciherang. Hal ini terjadi di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Sebaliknya, harga gabah

terendah di tingkat petani senilai Rp4.000,00 per kg pada Gabah Luar Kualitas dengan varietas IR 64 terjadi di wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. "Selama Maret 2020, tidak dijumpai observasi harga gabah di bawah HPP [harga pembelian pemerintah], baik ditingkat petani maupun di tingkat penggilingan," jelas dia.

Ia menyebutkan pada Maret 2020 jumlah observasi gabah sebanyak 35 transaksi, terdiri dari Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak sembilan observasi (25,71%), Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak enam observasi (17,14%), dan Gabah Luar Kualitas sebanyak 20 observasi (57,14%).

Pemantauan harga produsen gabah secara berkala ini, bertujuan untuk memperoleh informasi mutakhir mengenai harga gabah ditingkat petani, jumlah observasi gabah, komponen mutu gabah hasil panen yang dijual oleh petani, dan kasus harga gabah dibandingkan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). "Hasil pemantauan ini diharapkan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) bagi instansi pemerintah terkait untuk menentukan langkah antisipatif dalam rangka pengamanan harga gabah," tutur dia.