Cadangan Pangan Bencana 2026, Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan bencana 2026, termasuk bantuan beras 6.800 ton untuk lima kabupaten di NTT.
Suasana kawasan wisata Malioboro/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA – Di tengah pandemi Covid-19, tingkat kunjungan dan okupansi hotel di DIY teramat tipis, tetapi ada beberapa hotel yang tetap beroperasi.
Hotel Manager Innside Yogyakarta Frieth Siahaan mengatakan bahwa saat ini hotelnya hanya memiliki tingkat okupansi 2-4%. Hal ini sebagai upaya agar hotel tetap mendapat penghasilan dan meyakinkan para karyawan bahwa tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Di tengah masa sulit seperti ini pasti para karyawan ada ketakutan akan PHK. Dengan tetap beroperasi bisa memberi semangat sambil tetap bisa melayani wisatawan yang berkunjung maupun yang dari dalam Kota Jogja,” ungkap Frieth saat dihubungi Bisnis pada Senin (13/4/2020).
Melihat kondisi di mana perjalanan sangat dibatasi, Frieth mengungkapkan masih ada yang mengunjungi hotel untuk mencari ketenangan dalam bekerja dengan sistem WFH (work from home/kerja dari rumah), dan juga isolasi atau karantina pribadi oleh tenaga medis atau wisatawan dari luar DIY.
“Ada misalnya yang dari luar kota atau luar negeri, pulang ke sini, mau masuk komplek rumahnya enggak bisa, akhirnya mereka pada cari hotel,” ujar Frieth.
Hingga saat ini, Frieth mengungkapkan telah terjadi penurunan okupansi hingga lebih dari 50 persen sejak Indonesia dikonfirmasi terpapar wabah Covid-19.
“Padahal bahwa titik impas biaya sebuah hotel dalam pengoperasiannya di kisaran okupansi 30-38 persen tergantung besar kecilnya operasional suatu hotel. Tapi kami berupaya tetap jalan,” ujarnya.
Lantaran harus tetap beroperasi, Innside Yogyakarta terus melakukan upaya preventif penanganan covid-19 dengan mempersiapkan seluruh fasilitas hotel dengan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, dan prosedur penerimaan tamu sesuai protokol serta memberikan pengetahuan tentang covid-19 kepada karyawan dan menerapkan seluruh prosedur secara ketat.
“Protokol ini sudah kami mulai dari tanggal 30 Januari 2020,” imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Utama jaringan hotel PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Iswandi Said juga mengatakan teap membuka hotel-hotelnya yang berada di luar Jakarta, menyusul adanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
“Hotel-hotel HIN yang tetap ditawarkan dengan berbagai paket diskon dengan fasilitas dan harga khusus,” kata Iswandi.
Hal tersebut dilakukan, kata Iswandi, untuk menjaga okupansi dan agar hotel tetap mendapat pemasukan, dibandingkan dengan jika harus tutup.
Tamu yang datang, ungkap Iswandi, merupakan konsumen yang tidak bisa kembali ke rumah atau ke kota asal masing-masing.
Selain itu, agar pelayanan dan pemasukan tetap berjalan, Iswandi menyebutkan PT HIN menawarkan berbagai layanan pemesanan makanan dari restoran dan kedai di jaringan hotel PT HIN ke lokasi yang dekat dengan hotel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan bencana 2026, termasuk bantuan beras 6.800 ton untuk lima kabupaten di NTT.
Bakom RI menegaskan jamuan Prabowo di Istana Bogor untuk Wakil PM Rusia bukan perayaan ulang tahun, melainkan agenda diplomatik.
Whoosh mencatat 18,2 juta penumpang selama tiga tahun beroperasi. KCIC juga melaporkan ketepatan waktu 99,4% dan kepuasan pelanggan 95,95%.
Karhutla Gunung Lawu meluas hingga sekitar 100 hektare. Sebanyak 11 titik api terdeteksi dan 304 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman.
Singapura mengirim pemberitahuan kepada tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla. PSI mencapai 192 dan Kemenkes mencatat 283.270 kasus ISPA.
Anies Baswedan menerima Freedom of the City of London setelah dinominasikan tokoh London. Ia mendorong kerja sama Indonesia dan Inggris.