PHRI DIY Mengharapkan Adanya Stimulus

PHRI DIY Mengharapkan Adanya StimulusKetua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY Herriyadi Baiin (kanan); Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono (tengah) dan Ketua Indonesian Hotel General Manager (IHGM) DIY Kukuh Wibawanto dalam jumpa pers terkait dampak Covid-19 terhadap industri perhotelan di DIY, Grand Mercure, Jogja, Selasa (16/3)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah\\n\\n
13 April 2020 22:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengharapkan berbagai stimulus termasuk pengurangan beban biaya listrik.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan dari berbagai informasi dari anggota PHRI DIY yang mencoba menanyakan terkait dengan keringanan biaya listrik kepada PLN saat ini belum ada. Padahal hal tersebut diharapkan para pemilik hotel di tengah masa Pandemi Covid-19 ini.

“Harapan yang sudah kami sampaikan ke pemerintah adalah keadaan yang tidak normal begini harusnya pemerintah memberikan kebijakan yang tidak normal pula, dengan memberikan stimulus-stimulus yang meringankan beban kami. Misal PLN bisa memberikan diskon atau tunda bayar setelah kondisi membaik,” kata Deddy, Senin (13/4).

Selain itu, PHRI mengharapkan stimulus untuk Pajak Bumi Bangunan (PBB), PDAM, pajak air tanah, pajak air limbah dan pajak-pajak lain. Permohonan tersebut, kata dia, telah disampaikan.

“Kami menunggu stimulus-stimulus apa yang sudah disampaikan Pemerintah Pusat sampai ke kami. Itu belum ada kebijakan sama sekali kecuali pajak hotel restoran dari Pemkab Sleman,” ucapnya.

Deddy mengatakan saat ini kondisi hotel bintang, nonbintang, dan restoran anggota PHRI semakin berat untuk beroperasi. Jika semula 60% dari 400 anggota PHRI memilih untuk tutup sementara, saat ini jumlahnya naik menjadi 80% dari anggota yang ada.

Humas PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jogja, Rina Wijayanti, mengatakan saat ini memang tidak ada stimulus untuk hotel dan restoran. “Untuk keringanan biaya beban tidak ada,” ujar Rina.

Dia menyebutkan PLN sementara waktu memberi stimulus untuk pengguna 450 VA dan R1 900 VA. Saat ini, kedua subsidi tersebut udah bisa diakses dengan dua cara melalui Whatsapp dan melalui web PLN.