Disentil Jokowi karena Harga Pangan Naik, Begini Jawaban Menteri Airlangga

Disentil Jokowi karena Harga Pangan Naik, Begini Jawaban Menteri AirlanggaBuruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
21 April 2020 14:57 WIB Muhammad Khadafi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo sempat menyentil Menter Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto gara-gara harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Mendag menjanjikan pasokan pangan aman di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Khusus beras, panen raya akan terjadi dalam 3 bulan ke depan.

“Jadi harapannya stok beras menjelang hari Lebaran mencukupi. Demikian juga jagung tercukupi, kemudian bawang merah jelang panen di berbagai daerah,” katanya usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

Airlangga mengatakan bahwa hal itu berlaku pula untuk bawang putih, cabe merah, cabe rawit, daging ayam, daging sapi, dan gula pasir. Dalam waktu dekat, bawang puting dan gula impor akan masuk pasar dalam jumlah yang cukup menjelang Lebaran.

Sementara itu dari segi harga, kata Airlangga, tidak mengalami banyak perubahan. Harga beras medium saat ini sekitar Rp12.000 per liter, sedangkan beras premium sekitar Rp12.750 per liter di pasar basar di 34 provinsi.

“[Per kilogram] gula pasir Rp18.400, di pasar retail modern sekitar Rp12,500, kemudian daging sapi turun Rp117.800, cabe merah Rp31.200, bawang merah Rp43.750, bawang putih Rp41.500, minyak goreng curah akibat CPO turun, turun menjadi Rp12.450, minyak kemasan Rp14.700, daging ayam Rp28.450,” jelas Airlangga.

Adapun, lanjut Airlangga, saat ini tingkat inflasi disumbang terutama oleh kenaikan gula sebesar 0,02 persen, telur ayam 0,03 persen, dan bawang merah 0,01 persen.

Sementara itu, dalam pembukaan rapat terbatas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pandemi virus Corona akan membawa dunia kepada krisis pangan. Hal ini berdasarkan analisa Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Dia pun meminta jajarannya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di dalam negeri.

Pasalnya, dalam kondisi saat ini, setiap negara produsen beras akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri masing-masing. Selain itu, rantai pasokan bahan pangan juga akan terganggu dengan penerapan kebijakan lockdown di sejumlah negara.

“Oleh sebab itu, saya ingin menekankan yang pertama pastikan ketersediaan bahan pokok, hitung yang betul berapa produksi beras kita,” kata Presiden.

Selain ketersediaan pasokan, Presiden juga meminta untuk menjaga stabilitas harga. Berdasarkan catatanya, harga bahan pokok masih bergerak naik.

Jokowi menjabarkan bahwa harga beras saat ini naik 0,4 persen. Padahal pada saat yang sama, harga gabah mengalami penurunan 5 persen.

Begitu juga dengan harga bahan pokok lainnya. “Minggu kedua April saya lihat yang masih naik harga daging sapi, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, bawang putih, gula, dan harga yang turun daging ayam,” kata Presiden.

Sumber : Bisnis.com