Advertisement

Harga Emas Dunia Diproyeksikan Melejit dalam Empat Tahun

Newswire
Jum'at, 23 Januari 2026 - 17:27 WIB
Maya Herawati
Harga Emas Dunia Diproyeksikan Melejit dalam Empat Tahun Investasi emas / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Prospek harga emas dunia diproyeksikan memasuki fase lonjakan besar dalam beberapa tahun ke depan. Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Dr Hans Kwee memperkirakan harga emas global berpotensi menembus 10.000 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ons atau setara Rp168,38 juta pada 2030.

Proyeksi tersebut disampaikan Hans Kwee dalam acara “Edukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI” di Jakarta, Jumat, yang juga mengulas dinamika pasar keuangan global serta pergeseran strategi investasi investor internasional.

Advertisement

“Emas itu 2030 diperkirakan masuk ke 10.000 dolar AS per troy ons, tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang. Tapi tahun ini saja targetnya 5.400 (dolar AS per troy ons) emas,” ujar Hans Kwee, Jumat (23/1/2026).

Menurut Hans Kwee, lonjakan harga emas dunia tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu akumulasi berbagai sentimen global yang saling berkaitan, mulai dari perlambatan ekonomi dunia hingga kebijakan moneter yang cenderung akomodatif.

Selain itu, ia menyebut risiko geopolitik yang terus meningkat turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, diperkuat oleh aksi pembelian emas dalam skala besar oleh bank sentral serta meningkatnya permintaan dari sektor swasta.

“Jadi orang rame-rame beli emas,” ujar Hans Kwee.

Hans Kwee menambahkan, meningkatnya ketegangan geopolitik global telah mendorong pergeseran portofolio investasi, di mana investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berdenominasi dolar AS dan beralih ke emas.

“Pasca perang Rusia dan Ukraina, dolar Rusia dibekukan, sehingga dunia itu menyadari kita nggak bisa megang dolar lagi,” ujar Hans Kwee.

Perubahan lanskap politik global juga dinilai berkontribusi terhadap tren tersebut. Hans Kwee menjelaskan bahwa sejak Donald Trump menjadi Presiden AS, eskalasi perang dagang turut menekan kepercayaan investor terhadap mata uang dolar AS.

Tidak hanya investor, lanjutnya, berbagai bank sentral dunia pun turut melakukan aksi beli instrumen emas.

“Jadi kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah, meninggalkan dolar (AS) dengan memegang emas,” ujar Hans Kwee.

Sejumlah lembaga keuangan internasional turut memperkuat proyeksi tersebut. Berdasarkan kajian Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas global diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen sepanjang tahun ini.

Harga emas dunia bahkan telah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level 4.957,10 dolar AS per troy ons pada Jumat pukul 05.36 GMT. Secara intraday, harga emas sempat menyentuh level 4.966,59 dolar AS per troy ons.

Dari dalam negeri, tren kenaikan juga tercermin pada harga emas Antam. Berdasarkan pemantauan dari laman Logam Mulia, harga emas Antam melonjak Rp90.000 dari sebelumnya Rp2.790.000 menjadi Rp2.880.000 per gram, seiring menguatnya harga emas dunia.

‎‎Begitu pula harga jual kembali (buyback) turut meroket ke angka Rp2.715.000 dari awalnya Rp2.635.000 per gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Petani Bambanglipuro Bantul Gropyokan Tikus Biang Kerok Gagal Panen

Petani Bambanglipuro Bantul Gropyokan Tikus Biang Kerok Gagal Panen

Bantul
| Jum'at, 23 Januari 2026, 18:47 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement