Bibit Siklon 91B Picu Potensi Hujan Lebat hingga Akhir Oktober
Bibit siklon tropis 91B berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026.
Investasi emas - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Prospek harga emas dunia diproyeksikan memasuki fase lonjakan besar dalam beberapa tahun ke depan. Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Dr Hans Kwee memperkirakan harga emas global berpotensi menembus 10.000 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ons atau setara Rp168,38 juta pada 2030.
Proyeksi tersebut disampaikan Hans Kwee dalam acara “Edukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI” di Jakarta, Jumat, yang juga mengulas dinamika pasar keuangan global serta pergeseran strategi investasi investor internasional.
“Emas itu 2030 diperkirakan masuk ke 10.000 dolar AS per troy ons, tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang. Tapi tahun ini saja targetnya 5.400 (dolar AS per troy ons) emas,” ujar Hans Kwee, Jumat (23/1/2026).
Menurut Hans Kwee, lonjakan harga emas dunia tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu akumulasi berbagai sentimen global yang saling berkaitan, mulai dari perlambatan ekonomi dunia hingga kebijakan moneter yang cenderung akomodatif.
Selain itu, ia menyebut risiko geopolitik yang terus meningkat turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, diperkuat oleh aksi pembelian emas dalam skala besar oleh bank sentral serta meningkatnya permintaan dari sektor swasta.
“Jadi orang rame-rame beli emas,” ujar Hans Kwee.
Hans Kwee menambahkan, meningkatnya ketegangan geopolitik global telah mendorong pergeseran portofolio investasi, di mana investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berdenominasi dolar AS dan beralih ke emas.
“Pasca perang Rusia dan Ukraina, dolar Rusia dibekukan, sehingga dunia itu menyadari kita nggak bisa megang dolar lagi,” ujar Hans Kwee.
Perubahan lanskap politik global juga dinilai berkontribusi terhadap tren tersebut. Hans Kwee menjelaskan bahwa sejak Donald Trump menjadi Presiden AS, eskalasi perang dagang turut menekan kepercayaan investor terhadap mata uang dolar AS.
Tidak hanya investor, lanjutnya, berbagai bank sentral dunia pun turut melakukan aksi beli instrumen emas.
“Jadi kenaikan emas itu bukan cuma karena geopolitik, tetapi karena dunia sedang berubah, meninggalkan dolar (AS) dengan memegang emas,” ujar Hans Kwee.
Sejumlah lembaga keuangan internasional turut memperkuat proyeksi tersebut. Berdasarkan kajian Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas global diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen sepanjang tahun ini.
Harga emas dunia bahkan telah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level 4.957,10 dolar AS per troy ons pada Jumat pukul 05.36 GMT. Secara intraday, harga emas sempat menyentuh level 4.966,59 dolar AS per troy ons.
Dari dalam negeri, tren kenaikan juga tercermin pada harga emas Antam. Berdasarkan pemantauan dari laman Logam Mulia, harga emas Antam melonjak Rp90.000 dari sebelumnya Rp2.790.000 menjadi Rp2.880.000 per gram, seiring menguatnya harga emas dunia.
Begitu pula harga jual kembali (buyback) turut meroket ke angka Rp2.715.000 dari awalnya Rp2.635.000 per gram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bibit siklon tropis 91B berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026.
Anggota DPRD, baik di tingkat daerah maupun pusat, pada prinsipnya merupakan representasi suara rakyat. Melalui mereka, masyarakat menitipkan harapan
Tim PPK Ormawa HIMATA UMBY meraih Video Paling Persuasif Terbaik 4 di Abdidaya Ormawa 2026 lewat program diversifikasi produk kelapa.
Polda Jateng menggeledah dua lokasi yang mengatasnamakan ponpes di Sukoharjo dan Karanganyar terkait kasus pembakaran warung.
MPI DIY mengajak mahasiswa mengawal kebijakan pemerintah melalui kritik konstruktif, dialog, dan komitmen menjaga demokrasi serta persatuan.
Puluhan anak muda berkumpul di UGM dalam Rembug Pangan Orang Muda untuk mendorong inovasi pangan lokal dan kedaulatan pangan nasional.