Konsumsi BBM Turun hingga 40% akibat Pandemi Corona, SPBU di DIY Tetap Beroperasi

Konsumsi BBM Turun hingga 40% akibat Pandemi Corona, SPBU di DIY Tetap BeroperasiFoto ilustrasi: Pengendara mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 34.401.16 di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). - Bisnis/Rachman
28 April 2020 10:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Hiswana Migas DIY mengakui pandemi Covid-19 turut berpengaruh pada konsumsi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Dewan Pertimbangan dan Penasihat Hiswana Migas DIY Siswanto mengatakan penurunan konsumsi bahan bakar di masing-masing SPBU beragam besarnya. "Penurunannya macam-macam. Ada yang 20 persen ada yang sampai 40 persen. Ya kisarannya 20-40 persen," kata dia, Senin (27/4/2020).

Ia mengaku maklum dengan penurunan konsumsi ini karena banyak masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu ada larangan untuk tidak mudik sehingga konsumsi BBM pasti berkurang.

"Yang terpenting kami dukung kebijakan pemerintah untuk mengatasi Covid-19 ini," kata dia.

Ia menjelaskan SPBU tetap beroperasi karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam menjalankan operasionalnya, protokol pencegahan Covid-19 terus dilakukan misalnya melakukan penyemprotan disinfektan dan memakai APD seperti masker dan sarung tangan bagi operator di lapangan.

"Kita harus berhati-hati. Semua operator harus taati anjuran pemerintah dan memenuhi protokolnya. Beberapa SPBU juga melakukan pembatasan jam operasional," terang dia.

Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah mengatakan saat ini konsumsi BBM di SPBU wilayah DIY turun dengan rata-rata penurunan per produk antara 9-16%. Oleh karena itu stok BBM di Fuel Terminal sangat cukup memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di wilayah DIY.

“Konsumsi BBM jenis gasoline [pertalite dan pertamax series] turun 16 persen dari rata-rata harian Maret sekitar 1.540 Kiloliter saat ini menjadi 1.300 KL per hari. Sedangkan untuk gasoil [biosolar dan dex series] juga turun sebanyak sembilan dari 330 KL menjadi 300 KL”, ujar Johan.