Tagihan Listrik Naik, Ini Penjelasan PLN Jogja

Tagihan Listrik Naik, Ini Penjelasan PLN JogjaLogo PLN. - Ist
05 Mei 2020 18:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Di jagat dunia maya terutama lini masa Twitter, ada komplain dari salah satu pelanggan PLN yang mengaku membayar lebih tinggi dari rata-rata seharunya berdasarkan perhitungan mandiri pelanggan tersebut.
PLN UP3 Yogyakarta memberikan penjelasan kenapa tagihan listrik di bulan ini bertambah.

Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta Rina Wijayanti memberikan penjelasan mengapa tagihan listrik pada bulan ini bertambah. Ia mengatakan pemakaian bulan Maret dihitung rata-rata tiga bulan sebelumnya karena petugas tidak turun ke lapangan mencatat Kwh meter di pelanggan karena pandemi Covid-19.

Kemudian, diambil rata-rata pemakaian bulan. Ia mencontohkan perhitungan untuk Desember 256 Kwh (stand meter 17544), Januari 263 Kwh (stand meter 17807), dan Februari 247 Kwh (18054). Untuk Maret, maka besarannya dari rata-rata Desember-Februari sebesar 255 Kwh (stand meter 18309).

"Tagihan Maret itu belum tentu sesuai dengan pemakaian riil pelanggan. Bisa jadi lebih, bisa jadi kurang dan akan terakumulasi di penagihan selanjutnya [pemakaian riil berdasarkan pencatatan meter di lapangan]," ungkap dia, Selasa (5/5/2020).

Ia kembali mencontohkan berdasarkan data pencatatan meter pada 26 April 2020, stand meter pelanggan di angka 18614. "Sehingga pemakaian Kwh sampai dengan tanggal tersebut sebesar 305 Kwh , sehingga tagihan listrik lebih besar dari bulan sebelumnya yang dihitung secara rata-rata," ujar dia.