ERNY KUSMASTUTI: Seimbang Sebagai Wanita Karier dan Ibu

ERNY KUSMASTUTI: Seimbang Sebagai Wanita Karier dan IbuGeneral Manager Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta, Erny Kusmastuti/ Ist. - dok. Pribadi
12 Mei 2020 11:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menyeimbangkan peran sebagai wanita karier dan sebagai ibu bagi kedua anaknya, hal inilah yang ditempuh General Manager Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta, Erny Kusmastuti. 

Kurang lebih 30 tahun sudah, Erny berkecimpung di dunia perhotelan. Selama 10 tahun terakhir, sebelum menjadi general manager (GM) di sejumlah hotel bintang empat dan bintang lima, Erny banyak berkecimpung pada departemen sales. “Jadi saya memulai dari bawah, tidak langsung 10 tahun terakhir GM, tetapi 20 tahun ada di lapangan. Background saya di sales,” ucap Erny, Senin (11/5).

Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan Ekonomi itu mengatakan dengan pengalaman merintis karier dari bawah, Ia jadi merasakan dan mengerti bagaimana teman-teman atau tim saat bekerja. Bagaimana kesulitan di lapangan dan bagaimana mencari solusi memecahkan masalah di lapangan tersebut.

Erny mengatakan karier di dunia perhotelan tidak lepas dari dirinya yang senang bertemu banyak orang. Dari bekerja di hotel, dia dapat mengenal  orang dari berbagai latar belakang, memahami karakter dan secara mengalir dia  menikmati pekerjaan. Hingga tidak terasa berpuluh tahun menjalani karier di dunia perhotelan dan mengenal banyak orang yang telah dianggap sebagai saudara.

Selama 30 tahun berkarier di dunia perhotelan, Ernya merasa banyak rasa suka yang didapatkan. “Kemudian kalau ada komplain dari tamu saya melihatnya tidak ke duka sebenarnya. Saya melihatnya dari sisi positif, ketika dapat komplain harus berkaca mengapa tamu komplain. Saya anggap masukan positif buat kita membenahi,” ujarnya.

Erny juga merasakan kebanggan ketika menjadi GM perempuan. Sebab awal dia menjadi GM belum banyak GM hotel seorang perempuan. Semakin ke sini, dia turut bangga karena semakin banyak jumlah GM perempuan di DIY maupun di Indonesia. Menurut dia, situasi ini sebagai bentuk emansipasi yang luar biasa.  

Dua Anak

Saat menempati posisi General Manager Fairfield by Marriot di Surabaya, Erny rela meninggalkan posisi ini dan kembali ke Jogja agar lebih mudah mengawasi anak kedua yang mulai beranjak dewasa. Ia juga beruntung karena setelah memutuskan kembali ke Jogja dapat menjadi GM di Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta, dengan konsep boutique hotel pertama Swiss-Belhotel.

“Perempuan karier yang sukses itu ada  ribuan di Indonesia tetapi bagi saya kesuksesan wanita karier itu saat berada di puncak tertinggi, dia juga sukses mendidik anak-anaknya. Tidak melulu soal karier , tetapi ketika bisa membimbing anak-anaknya dan menyeimbangkan keduanya itu yang luar biasa " ujar perempuan yang memiliki hobi memasak itu.

Erny merasa bersyukur selama ini kedua anak dan suaminya mendukung pekerjaannya. Sebab komunikasi dan komitmen dalam menjaga hubungan dalam keluarga saat bekerja adalah prioritas. Ia bersyukur saat ini kedua anaknya berada di jalur yang benar, anak pertamanya akan melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri, dan anak keduanya berada di salah satu sekolah favorit SMA semi militer kota di Magelang, Jawa Tengah.   

Aksi Sosial

Erny merasa selama menjalani karier lebih banyak mengejar duniawi, mengejar setoran dan okupansi. Sedangkan aksi sosial dirasanya belum maksimal. Karena itu, dalam satu tahun terakhir dia mulai lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Seperti dalam beberapa waktu terakhir turut membantu penanganan Covid-19, dengan berbagai kegiatan bantuan yang dilakukan bekerja sama dengan beberapa pihak lain.

“Ketika Covid-19 ini contohnya, saya punya banyak waktu di rumah, tetapi saya enggak mau enggak ada kerja, karena work from home . Saya ingin lebih punya makna dalam hidup saya. Satu tahun sebelum Covid-19 ini sudah berkecimpung juga kegiatan sosial bersama GKR Mangkubumi, jadi tim corporate social responsibility (CSR) Gubernur DIY. Dari situ saya semakin tersentuh bersyukur, saya melihat hidup saya masih beruntung, banyak yang masih belum beruntung,” ucapnya.

Dengan kemampuan dan relasi yang dimiliki, dia mencoba terus aktif menggelar kegiatan sosial. Berbagai lembaga sosial pun Ia ikuti seperti salah satunya Yayasan Sekar Arum Sejati bersama GKR Mangkubumi. Kemudian juga di Yayasan Soroptimist Chapter Yogyakarta sebagai ketua. Yayasan ini bergerak di bidang kesehatan ke masalah lupus  atau autoimun dan pendidikan.

Sebelum menuntaskan perbincangan, dia berharap masa pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Dengan harapan roda perekonomian masyarakat termasuk industri pariwisata dapat berjalan kembali normal lagi.