Cegah Penularan Covid-19, Pembayaran Angsuran Kredit Kendaraan Bisa Dilakukan Melalui Ponsel

Cegah Penularan Covid-19, Pembayaran Angsuran Kredit Kendaraan Bisa Dilakukan Melalui PonselIlustrasi. - Ist/Freepik
13 Mei 2020 04:47 WIB Sunartono Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Sedikitnya 30.000 nasabah perusahaan pembiayaan Adira Finance di DIY dan Jawa Tengah mengajukan relaksasi dan restrukturisasi kredit karena terdampak Covid-19. Sebagian besar merupakan nasabah yang bekerja di sektor informal seperti tukang ojek online (ojol). Untuk memudahkan layanan di masa pandemi, Adira Finance meluncurkan aplikasi Adiraku untuk bisa memberi layanan secara online.

Kepala Wilayah Jawa Tengah Adira Finance Irfan Budianto menjelaskan jumlah nasabah di DIY dan Jawa Tengah sekitar 350.000. Sebanyak 30% atau sekitar 105.000 nasabah di antaranya berada di DIY. Dari jumlah itu sebagian besar merupakan nasabah yang terkait dengan kredit kendaraan bermotor. Di mana mereka lebih didominasi pekerja sektor informal baik driver taksi online hingga tukang ojol dan pedagang kecil.

"Karena di sektor informal, kondisi mereka saat ini tidak memiliki penghasilan karena dampak Covid-19. Sehingga sebagian besar mengajukan relaksasi dan restrukturisasi kredit. Tentu kami layani sesuai ketentuan," ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Ia menambahkan berdasarkan data sementara pada pekan kedua Mei 2020 sudah ada 30.000 nasabah yang diberikan layanan relaksasi dan restrukturisasi dengan nilai mencapai Rp600 miliar. Melihat kondisi yang belum pulih seperti saat ini, ia memperkirakan masih banyak nasabah yang akan mengajukan relaksasi sehingga datanya akan terus berubah. Pihaknya tetap memberikan layanan tersebut sebagai komitmen untuk membantu menangani pandemi sekaligus menjalankan aturan dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami sebenarnya sudah memiliki pengalaman saat gempa 2006 dan erupsi Merapi 2010. Sehingga kami tidak kaget dalam memberikan layanan keringan seperti ini karena sebelumnya pernah kami lakukan," ujarnya.

Irfan menambahkan layanan tersebut bisa didapatkan melalui 21 kantor utama dan 23 kantor cabang pembantu di DIY dan Jateng. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun pihaknya juga memberikan layanan secara online dengan memanfaatkan aplikasi Adiraku. Sejak diluncurkan Februari 2020 lalu telah melayani 200.000 nasabah, layanan ini bisa berjalan 24 jam. Aplikasi ini memudahkan nasabah lewat ponselnya untuk mendapatkan layanan tanpa harus datang ke kantor.

"Melalui aplikasi ini sangat memudahkan nasabah karena bisa melakukan transaksi dari rumah menggunakan ponselnya tanpa harus datang ke kantor. Mau membayar angsuran instan, pengajuan kredit bisa lewat ponsel. Banyak menu layanan kemudahan diaplikasi Adiraku ini," ungkapnya.