Anak Anda Belajar di Rumah Selama Pandemi? Ini Dia Tip dari Olifant School

Anak Anda Belajar di Rumah Selama Pandemi? Ini Dia Tip dari Olifant SchoolSiswa Olifant School. - Ist.
03 Juni 2020 22:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Olifant membagikan tip dan trik praktis yang dapat dilakukan orang tua dalam mendampingi anak-anak di rumah. Hal ini berlaku bagi anak-anak yang sudah mandiri maupun yang masih memerlukan pendampingan dari orang tua. Beberapa tip dan trik untuk meningkatkan semangat belajar anak di rumah selama masa pandemi.

Tim Psikologi Olifant School, Mariani Sutanto mengatakan pertama, perlu menyusun workstation khusus dan menyenangkan untuk anak. Menyediakan area belajar khusus untuk anak belajar selain membentuk situasi belajar, anak juga merasa memiliki otoritas dan tanggung jawab untuk berkomitmen dan serius belajar pada saat jam belajar daring.

Area belajar ini hendaknya dapat direncanakan dengan melibatkan ide dari anak. Area tidak selalu harus berupa ruangan tetapi cukup dengan menggunakan tanda-tanda tertentu untuk anak mengetahui bahwa di area tersebut adalah area belajar anak.

Kedua, membuat jadwal rutin sekolah di rumah. Apabila sekolah sudah memberikan jadwal rutin, akan lebih membantu bagi anak mengikuti jadwal belajar.

Akan tetapi akan lebih baik persiapan sekolah online juga menjadi bagian dari jadwal rutin anak. “Dari mulai mempersiapkan perlatan untuk belajar misalnya computer, laptop, ataupun tablet, menyiapkan alat tulis, menyiapkan buku, dan lainnya. Selain itu, menggunakan pakaian yang berbeda dengan pakaian sehari-hari, atau juga menggunakan seragam akan membantu anak-anak juga untuk menjaga suasana belajar di rumah,” kata Mariani, Rabu (3/6).

Ketiga, menyusun target dan tujuan bersama dengan papan tujuan. Bersama-sama dengan anak duduk dan berdiskusi untuk menyusun target dan tujuan bersama selama periode belajar mandiri ini.

Target dan tujuan inii perlu dituangkan dalam tulisan yang mudah dibaca anak dan mudah diingat oleh anak. Orang tua sekali waktu juga perlu mengingatkan anak-anak tentang target belajar ini. “Keempat, menyediakan fasilitas yang dapat membuat bahan pelajaran anak menjadi konkrit,” ucap Mariani.

Bagi anak-anak yang sudah besar, kata dia, fasilitas belajar ini sedikit banyak sudah dapat dipersiapkan anak sendiri. Sedangkan untuk siswa yang lebih kecil tentu saja memerlukan bantuan melekat dari orang tua untuk menyediakan fasilitas belajar. Termasuk mengarahkan anak, barang - barang di rumah yang dapat dipergunakan untuk fasilitas belajar mereka.

Kelima, menjadikannya kebiasaan yang pertama dilakukan sebelum kemudian bermain. Kebiasaan ini dapat dibangun dengan melaksanakan waktu belajar rutin kepada anak di luar waktu belajar daring yang dilakukan sekolah.

Pada saat waktu belajar rutin, maka anak harus mengisi waktu belajarnya tersebut dengan kegiatan edukatif, misalnya membaca buku atau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah. Baru kemudian setelah tugas belajarnya selesai, anak dapat menggunakan waktu bermainnya. Keenam, membuat papan kemajuan sehingga anak dapat melihat pencapaiannya. Sebuah kertas besar atau papan sederhana yang diletakkan di area belajarnya dapat dibuat untuk mencatat kemajuan anak.

Papan kemajuan ini dapat diletakkan di dekat papan tujuan anak sehingga mereka bisa menilai sendiri perkembangannya. Untuk anak yang lebih kecil dapat diterapkan dengan memberikan stiker atau stempel kesukaan mereka ketika berhasil mengerjakan tugas. Jangan lupa menyampaikan pujian dan dukungan kepada anak-anak, misalnya dapat berupa ucapan terima kasih ya, hari ini sudah mengikuti online learning sampai selesai. Hal ini tidak hanya diperlukan oleh anak-anak usia playgroup atau TK atau SD, tetapi juga bagi anak-anak yang sudah memasuki masa remaja,” ucapnya.