Advertisement
PSBB Dilonggarkan Bisa Bikin Rupiah Berpotensi Menguat
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Senin (18/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi mengakhiri akhir pekan dengan bertahan di zona hijau. Nilai tukar rupiah telah bergerak menguat selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan setelah ditutup stagnan alias tidak bergerak dari posisi sebelumnya pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2020).
Advertisement
“Ada kemungkinan dalam perdagangan Jumat (5/6/2020) rupiah akan menguat di range Rp13.950-Rp14.120 per dolar AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resmi Jumat (5/6/2020).
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan Kamis (4/6/2020), rupiah berada di posisi Rp14.095 per dolar AS, posisi yang sama dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah terus mencoba untuk menembus ke bawah level support kuatnya Rp14.000 per dolar AS.Adapun dalam perdagangan berturut-turut, nilai tukar rupiah menguat.
Ibrahim menjelaskan bahwa rupiah mendapatkan katalis positif dari sentimen global rilis data ekonomi AS, yaitu indeks non manufaktur AS periode Mei 2020 dan pesanan pabrik periode April berhasil menunjukkan data yang lebih baik dan melampaui perkiraan pasar.
Indeks non manufaktur yang dirilis ISM naik menjadi 45,4 pada Mei, lebih baik dari estimasi untuk level 44,4. Sementara itu, pesanan pabrik menurun 13 persen pada April, lebih kecil dari proyeksi penurunan sebesar 13,4 persen. Rilis data itu membantu meningkatkan kepercayaan diri investor terhadap aset berisiko termasuk rupiah.
Selain itu, pasar juga tampak optimistis terhadap rencana pembukaan kembali ekonomi dalam negeri dengan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta yang akan masuk ke masa transisi.
“Pasar optimistis, sehingga arus modal asing yang tadinya keluar pasar berpotensi kembali masuk dan membantu mata uang Garuda,” papar Ibrahim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Jadwal KRL Solo Jogja per 1 April 2026, Layani Mobilitas Seharian
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Per 1 April 2026 Isi BBM Bersubsidi Dibatasi dan Wajib Catat Nopol
- Isu Pembatasan BBM Mulai Berlaku 1 April, Ini Tanggapan Pertamina
- Pengamat UGM: Batasi BBM Subsidi untuk Redam Dampak Krisis Minyak
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- Stok Melimpah, Pasokan BBM dan LPG di DIY dan Jateng Aman
- Arus Balik Belum Surut, 51.389 Penumpang Padati Stasiun di Jogja
Advertisement
Advertisement







