Ukraina Butuh Rp101 Triliun per Bulan untuk Pemulihan akibat Perang
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar./JIBI-Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Kementerian Luar Negeri mengungkapkan terdapat delapan perusahaan asing yang sudah mengonfirmasikan rencana investasi senilai US$1 miliar di Indonesia.
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan beberapa dari mereka telah memulai konstruksi dan pembukaan operasi di Indonesia. "Dari delapan perusahaan ini, nilai investasi tahap pertama yang kita harapkan US$1 miliar," katanya saat press briefing, Jumat (17/7/2020).
Kedelapan perusahaan tersebut di antaranya terdiri dari perusahaan lampu elektronik tenaga surya (California), komponen kendaraan bermotor (Kanagawa, Jepang), spare part otomotif (Aichi, Jepang), elektronik serta peralatan rumah tangga (Osaka, Jepang). Selain itu, investasi itu berasal dari produsen speaker audio video elektronik (Taiwan), ban (Taiwan), perlengkapan elektronik serta jasa komunikasi (Seoul, Korea Selatan), dan miniatur mobil die cast (Guangzhou, China).
Menurutnya, kehadiran perusahaan ini dapat menjadi angin segar bagi industri manufaktur nasional agar mendukung kemandirian. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah saat ini yang banyak menarik investasi asing dari sektor industri dalam rantai pasok global yang baru, terutama di tengah pandemi global.
"Yang kami inginkan bukan industri yang sifatnya ekspansif, tetapi juga meningkatkan nilai tambah atau hilirisasi. Kemudian kami bisa menggunakan konstruksi dalam negeri maupun ekspor," ujarnya.
Kementerian Luar Negeri sudah membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) yang bertugas melakukan sejumlah langkah konkret untuk mendorong aspek kerja sama internasional. Tim ini terdiri dari jajaran dari Kemlu yang bukan berupa jabatan strategis dan tugasnya fleksibel.
Upaya menarik investasi asing juga terus dilakukan oleh seluruh perwakilan RI di luar negeri bersama mitra strategis di masing-masing negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Ukraina membutuhkan dana pemulihan sekitar US$5 miliar - US$7 miliar atau sekitar Rp72 triliun hingga Rp101 triliun per bulan.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.