Permintaan Sepeda di e-Commerce Melonjak

Permintaan Sepeda di e-Commerce MelonjakKaryawan memasang rangka (frameset) sepeda lipat Kreuz di Bandung, Jawa Barat, Senin (29/6 - 2020). Model sepeda mirip Brompton ini dijual seharga Rp3,5 juta. /ANTARA
23 Juli 2020 21:47 WIB Akbar Evandio Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pelaku e-commerce mencatat permintaan sepeda mengalami kenaikan signifikan di Tanah Air dalam beberapa waktu ini.

Kurnia Roosyada, VP Marketplace Bukalapak, mengamini hal tersebut. Dia menjelaskan bahwa peningkatan ini berkorelasi dengan tren bersepeda yang makin diminati masyrakat di era new normal (kenormalan baru).

“Penjualan sepeda di Bukalapak juga mengalami kenaikan cukup pesat, hingga 400 persen. Hal ini kami rasakan menjadi sebuah hal yang menggembirakan, baik dari sisi pelapak, terutama UMKM yang penjual sepeda, maupun pengguna, yang dengan mudah dapat menemukan produk ini di marketplace kami,” tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (23/7/2020).

Sebelumnya, VP Business Development dan Project Lead Blibli 9th Anniversary, Cindy Kalensang mengatakan bahwa di ulang tahun yang kesembilan, pihaknya mengalami lonjakan di beberapa produk tertentu, salah satunya produk hobi, khususnya pada pembelian sepeda.

“Tren sepeda meningkat 2,5 kali lipat sejak pandemi dimulai [Maret 2020],” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo mengatakan tren bersepeda di masa pandemi Covid-19 tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, pada kuartal III/2020 saja permintaan sepeda memang meningkat dengan signifikan.

“Pertumbuhannya dalam kuartal III/2020 pertumbuhannya 3-4 kali lipat. Penggunaan sepeda akan makin lazim untuk menjadi moda transportasi ke depan,” ujarnya saat dihubungi JIBI.