Advertisement
KRL Jogja-Solo Pengganti Prameks Diharapkan Beroperasi Tahun Depan

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo yang direncanakan menggantikan Prameks diharapkan mulai beroperasi pada 2021.
Kepala PT. KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Asdo Atrivianto mengatakan progres pembangunan merupakan kewenangan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian, sehingga pihaknya sebagai operator hanya menyesuaikan.
Advertisement
“Kami sebagai operator siap, justru menunggu-nunggu. Tetapi kami menyesuaikan dengan regulator juga pastinya. Nantinya kalau ada KRL Jogja – Solo ini kan penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama, headway jauh lebih pendek. Harapannya 2021 sudah bisa berjalan,” ucap Asdo, Selasa (18/8/2020).
KRL Jogja-Solo ini digadang-gadang memiliki daya tampung lebih banyak. KRL juga diklaim lebih hemat lantaran menggunakan listrik sebagai energi utamanya.
Di samping itu, KRL dianggap lebih ramah lingkungan. Hal ini berbeda dengan KA Prameks yang merupakan Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE). Sebagai permulaan, PT KAI telah memesan 10 train set KRL produksi PT Inka. Satu train set terdiri atas 10 rangkaian gerbong. Namun demikian, pengoperasian train set menggantikan KA Prameks Solo-Jogja ini bisa jadi bertahap tergantung dengan sistemnya apakah sama dengan KRL Jabodetabek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Penjelasan Tentang Kebijakan Tarif Donald Trump dan Dampaknya untuk Indonesia
- RI dan Amerika Serikat Perkuat Hubungan Diplomatik
- Gedung Putih Ungkap Alasan Rusia dan Korut Tak Kena Tarif Trump
- Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Naik Rp17.000
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Daya Beli Melemah, Penjualan Properti di DIY Anjlok hingga 30 Persen
- Ada Pergeseran Masa Tanam, DPKP DIY Perkirakan Luas Panen di Awal Tahun Meningkat
- Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Naik Rp17.000
- Harga Emas Hari Ini, Turun ke Rp1,819 juta per Gram
- Gedung Putih Ungkap Alasan Rusia dan Korut Tak Kena Tarif Trump
- DPR Sarankan RI Dorong WTO Sehatkan Perdagangan Global
- RI dan Amerika Serikat Perkuat Hubungan Diplomatik
Advertisement
Advertisement