Cangkang Rajungan dari Jateng Diekspor ke Jepang, Ini Manfaatnya..

Cangkang Rajungan dari Jateng Diekspor ke Jepang, Ini Manfaatnya..Pegawai memilah cangkang rajungan di pusat pengolahan di Mageleng, Jawa Tengah, untuk diekspor ke pasar internasional, Jumat 4 September 2020. Foto: Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang
04 September 2020 17:27 WIB Alif Nazzala Rizqi Ekbis Share :

Harianjogja.com, SEMARANG--Potensi hasil laut Indonesia tidak diragukan lagi. Salah satunya industri pengolahan rajungan di Jawa Tengah yang berhasil menembus pasar internasional untuk ekspor cangkang rajungan, salah satunya ke Jepang.

Hal itu disampaikan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang saat mengunjungi salah satu industri pengolahan rajungan di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2020).

BACA JUGA : Ada Corona, Ekspor Perikanan Lewat DIY Tetap Meningkat

Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana mengatakan cangkang rajungan memiliki banyak manfaat. Salah satunya kaya akan kandungan mineral didalamnya.

"Menurut beberapa penelitian para pakar, cangkang rajungan mempunyai kandungan mineral yang tinggi, terutama kalsium sebesar 19,97 persen dan fosfor 1,81 persen," katanya saat mengunjungi industri pengolahan rajungan Magelang, melalui keterangan resminya.

Ia menerangkan, cangkang rajungan ternyata dapat diolah dan diproduksi kembali untuk berbagai bahan lanjut. Jadi tak heran, beberapa pengusaha melirik peluang usaha ini untuk mendatangkan profit.

BACA JUGA : Ekspor Perikanan di Jawa Tengah Meningkat

"Beberapa manfaat dari cangkang rajungan yaitu sebagai campuran bahan makanan ternak, sebagai bahan alami pengawet makanan dan juga untuk bahan kosmetik," tambahnya.

Menurut data BKIPM Semarang, selama kurun waktu 8 bulan (periode Januari-Agustus 2020) tercatat Sebanyak 10 kali pengiriman dengan tujuan negara Jepang.

"Keseluruhan sebesar 239.000 kg atau senilai Rp.1.442.138.200, produk cangkang rajungan (crab Shell) ini mengisi pasar mancanegara yaitu Jepang," tambahnya.

Sementara itu, pengusaha eksportir cangkang rajungan dari Magelang, Zulkifli mengatakan selama perusahaan yang dikelolanya hanya memanfaatkan daging rajungan untuk di ekspor ke luar negeri. Sehingga menyisakan banyak limbah berupa kulit atau cangkang rajungan.

BACA JUGA : Pemerintah Bolehkan Benur Diekspor, Investor Mulai Incar

Melihat potensi cangkang rajungan tersebut, pihaknya mempunyai ide untuk manfaatkan cangkang rajungan di ekspor ke pasar internasional. "Karena kandungan bahan-bahan alami yang terdapat pada cangkang rajungan menyebabkan produk ini banyak diminati," katanya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia