Pemerintah Sebut Banyak Stimulus Digelontorkan untuk UMKM

Pemerintah Sebut Banyak Stimulus Digelontorkan untuk UMKMDeputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Persekonomian Iskandar Simorangkir membuka Forum Digital Indonesia-Australia, di Jakarta, Rabu (31/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
18 September 2020 13:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) berperan sangat penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Kementerian UMKM dan Koperasi mencatat keberadaan mereka sekitar 99 persen dari total pelaku bisnis Indonesia.

Kontribusinya terhadap tenaga kerja pun cukup besar, yaitu 97 persen. Mereka menciptakan 99 persen dari total lapangan kerja dan menyumbang 63 persen total produk domestik bruto nasional.

BACA JUGA : UMKM Jogja Pemohon Bantuan Rp2,4 Juta Sudah Ribuan

Akan tetapi pandemi Covid-19 membuat mereka harus dibantu. Kalau tidak, membuat perekonomian Indonesia semakin jatuh.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa banyak stimulus yang diberikan pemerintah untuk usaha UMKM.

“Yaitu banpres [bantuan presiden] tunai sebesar Rp2,4 juta untuk 12 juta usaha, KUR [kredit usaha rakyat] super mikro sampai dengan Rp10 juta untuk 3 juta usaha mikro dengan bunga 0 persen sampai Desember 2020,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (17/9/2020),

Iskandar menjelaskan bahwa pemerintah juga memberikan KUR mikro di atas Rp10 juta-Rp50 juta dengan bunga 0 persen sampai akhir tahun. Lalu kredit ultra mikro (UMi).

BACA JUGA : 49.000 Pelaku UMKM Bantul Diusulkan Memperoleh Bantuan

“Kemudian program Mekaar [membina ekonomi keluarga sejahtera] dari PT PNM Persero, pembiayaan LPDB [lembaga pengelola dana bergulir] sebesar Rp1 triliun, dan pembebasan PPh final,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia