Survei AppsFlyer: Warga Indonesia Habiskan Waktu Belanja Online saat PSBB

Survei AppsFlyer: Warga Indonesia Habiskan Waktu Belanja Online saat PSBBPekerja mengangkut barang pesanan konsumen di Warehouse Lazada Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019). - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
20 September 2020 09:27 WIB Amanda Kusumawardhani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTABerdasarkan sebuah survei dari AppsFlyer, masyarakat Indonesia ternyata menghabiskan waktu lebih banyak untuk berbelanja online saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berdasarkan survei yang berjudul ‘The State of Shopping App Marketing 2020 Edition’, rata-rata terdapat enam pembelanjaan per pengguna aplikasi shopping pada April 2020 di Indonesia.

Jika dirinci, Indonesia mengalami lonjakan sesi user sebesar 70% selama periode wacana pemberlakuan PSBB pada bulan Februari 2020 (5,2%) hingga Ramadan pada Mei 2020 (9,1%) yang membuat lebih banyak orang berbelanja untuk keluarga mereka.

Angka ini berkurang ke 8,1% pada Juni 2020 ketika Indonesia memasuki periode PSBB transisi.

“Kami memperkirakan angka ini akan terus meningkat dengan periode 11.11 pada bulan November mendatang dan musim liburan pada bulan Desember dan Januari,” kata Managing Director dan President AppsFlyer APAC Ronen Mense, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (19/9/2020).

Dia mengemukakan pandemi global memicu banyak konsumen yang menghabiskan waktu dan uang mereka di aplikasi belanja.

Walaupun dibayangi situasi resesi ekonomi dengan meningkatnya tingkat pengangguran, konsumen di seluruh dunia cenderung mengurangi kunjungan langsung ke pusat perbelanjaan dan toko.

Survei ini juga menemukan bahwa ada pertumbuhan 40 persen dalam pembelian rata-rata antara bulan September (4 persen) dan November 2019 (5,77 persen), dengan periode 11.11 menjadi hari penting untuk belanja di Indonesia.

Mens menambahkan tahun ini menjadi sangat penting bagi para marketer untuk menyiapkan strategi khusus dan memastikan konsumen dapat mencari, menemukan, dan berbelanja dalam aplikasi mereka daripada beralih ke alternatif lain.

“Dari segi penyampaian pesan juga harus diperhatikan karena perlu adanya keseimbangan antara rasa empati dan kesenangan berbelanja, pada saat yang bersamaan,” katanya.

Sumber : bisnis.com