Terapkan Protokol Kesehatan, Pengunjung Artos Mal Bisa Pesan dan Tinggal Ambil Belanjaan

Terapkan Protokol Kesehatan, Pengunjung Artos Mal Bisa Pesan dan Tinggal Ambil BelanjaanPengunjung dicek suhu sebagai penerapan protokol kesehatan di Armada Town Square (Artos) Magelang, Kamis (24/9/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
24 September 2020 21:47 WIB Nina Atmasari Ekbis Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Pandemi Covid-19 memukul jatuh aktivitas bisnis di pusat perbelanjaan. Hal itu dialami Armada Town Square (Artos) Magelang, yang merasakan dampak penurunan pengunjung. Berbagai upaya dilakukan untuk bangkit kembali.

Marketing Manager Artos Mal, Saparina Trihapsari menyebutkan inovasi yang diluncurkan di masa pandemi ini adalah belanja secara drive thru, yakni pembeli tidak perlu turun dari mobil. Petugas yang akan membelanjakan barang yang diinginkan.

Setiap hari pada pukul 15.00 WIB, Manajemen Artos akan menginformasikan barang-barang yang sedang promo. "Kami menyiarkan secara live di Instagram, barang-barang yang sedang promo jadi customer bisa memilihnya lalu memesan melalui Whatsapp. Nanti kami yang akan membelanjakan, customer tidak perlu turun dari mobil, kami akan mengantarkannya," kata Rina, dalam konferensi pers, Kamis (24/9/2020).

Baca juga: XL Axiata Bantu Anak-Anak Bantaran Kali di Jogja Ikuti Pembelajaran Jarak Jauh

Program lain yang sudah dijalankan demi menarik pengunjung agar datang ke pusat perbelanjaan terbesar di wilayah eks karesidenan Kedu ini adalah program parkir gratis yang sudah dilaksanakan pada Bulan September. Adapun program yang sedang dijajaki saat ini adalah sistem delivery, yakni belanja jarak jauh.

Rina menjelaskan pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kegiatan usaha Artos. Pada saat diumumkannya wabah Covid yakni pada 15 September 2020, jumlah pengunjung Artos turun drastis keesokan harinya, hanya 1.800 orang. Titik terendah pengunjung yakni pada 26 Maret 2020 sejumlah 1.000 orang. Sebelum pandemi, pengunjung Artos antara 5.000 hingga 7.000 pada hari biasa dan bisa mencapai 15.000 pada akhir pekan.

Baca juga: Jadi Mitra JNE, Pria Ini Sukses Wujudkan Mimpi

Tenant-tenant di dalam mal tersebut juga berguguran bahkan dari 140 tenant yang ada, pernah hanya buka 50%. "Manajemen kemudian melakukan upgrade salah satunya menerapkan protokol kesehatan baik di tempat umum di mal tersebut maupun di tenant-tenant," jelas Rina.

Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan di antaranya yakni pengecekan suhu tubuh, wajib masker dan cuci tangan atau hand sanitizer sebelum masuk, imbauan jaga jarak, menonaktifkan lift, meniadakan karpet di musala, semprotkan disinfektan di toilet, sistem parkir nirkontak, tanda silang di bangku umum hingga membersihkan saluran udara.

Tenant-tenant juga diminta mengatur hanya satu pintu masuk. Adapun tenant makanan dan minuman, diwajibkan mencuci peralatan makan mereka dengan air panas guna membunuh kuman.

Dari penerapan protokol kesehatan tersebut, saat ini hampir semua tenant sudah buka kembali, kecuali bioskop, karaoke dan pijat refleksi. "Pusat permainan anak juga sudah buka dan kami pastikan wahana permainan sering didisinfeksi," jelasnya.

Adapun operasional mal saat ini berubah yakni pukul 11.00-20.00 pada hari biasa dan pukul 11.00-21.00 pada akhir pekan. Sebelum pandemi jam operasional mereka adalah 10.00-21.00 pada hari biasa dan pukul 10.00-22.00 pada akhir pekan.

General Manager Artos Mal Raymond Aditya menambahkan di masa pandemi ini, tenant yang terpaksa tutup adalah jasa tour and travel, karena mereka mengalami penurunan pesanan konsumen. "Namun, pada Agustus ini, ada satu tenant baru yang dibuka yakni restoran Burger King, tentu dengan penerapan protokol kesehatan," jelasnya.

Pada kesempatan itu, General Manager Grand Artos Hotel & Convention, Ilus Ruswati menambahkan aktivitas di hotelnya sudah mulai menggeliat. "Okupansi kami saat ini mencapai 50%. Kami optimis di bulan Oktober ini makin meningkat karena Pemerintah mulai mencairkan anggaran dan mulai mengadakan kegiatan dinas," katanya.