Advertisement
Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Kemenkeu Sebut Kesehatan Nomor Satu
Pekerja melinting rokok sigaret kretek di salah satu industri rokok di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (31/5). - Antara/Destyan Sujarwoko
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Pemerintah berencana menaikkan cukai rokok untuk tahun 2021 menjadi senilai Rp172,8 triliun. Angka tersebut naik 4,8 persen dari tahun sebelumnya.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan bahwa tujuan utama pemerintah menaikkan cukai rokok adalah bukan pada mendapatkan pemasukan negara sebesar-besarnya.
“Kenaikan cukai rokok bukan sekadar kebijakan fiskal semata, tapi kesehatan. Jadi, nomor satu adalah kesehatan,” katanya melalui diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).
Febrio menjelaskan bahwa pemerintah ingin produk rokok dibatasi dengan cara menaikkan harganya. Dengan demikian, anak remaja kesulitan untuk membelinya.
Kebijakan ini diakuinya sudah bertahun-tahun dilakukan pemerintah. Walaupun faktor harga tidak terlalu berpengaruh signifikan pada penurunan konsumsi, paling tidak dapat menekan kenaikannya.
Advertisement
“BPJS Kesehatan juga nanti jadi masalah. Penyakit kita sekarang bukan menular, tapi gaya hidup. Nah, salah satu gaya hidup yang dampaknya besar terhadap BPJS adalah rokok,” jelasnya.
Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2021, Kemenkeu menargetkan penerimaan cukai senilai total Rp178,5 triliun. Nilai ini naik 3,6 persen dari tahun 2020 sebesar Rp172,2 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pantai Sepanjang Ditata, Pandan Laut hingga Cemara Ditanam
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Pemerkosaan Penumpang Uber Jadi Preseden Baru Keselamatan
- Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik, Cek Daftar Terbarunya
- Harga Cabai Rawit Merah Rp50.200, Telur Ayam Rp32.550
- Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Menkeu Purbaya Masih Optimistis
- BEI Jogja: Investasi Saham 2026 Tetap Menjanjikan
- Meta Merombak Strategi, Reality Labs Kena PHK Massal
Advertisement
Advertisement




