Trump Tinggalkan RS, Harga Minyak Dunia Meroket

Trump Tinggalkan RS, Harga Minyak Dunia MeroketIlustrasi. Tanki penimbunan minyak. - Bloomberg
06 Oktober 2020 11:37 WIB Lorenzo Anugrah Mahardhika Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kabar baik dari Presiden AS Donald Trump turut memengaruhi harga minyak dunia. Harga minyak dunia terpantau stabil mendekati level US$39 per barel seiring dengan optimisme akan munculnya paket stimulus fiskal dari Amerika Serikat dan Donald Trump, yang telah meninggalkan rumah sakit.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (6/10/2020), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan November 2020 terpantau di level US$39,20 per barel pada New York Mercantile Exchange hingga pukul 08.28 waktu Singapura.

Selain itu, harga minyak Brent untuk kontrak bulan Desember 2020 berada di kisaran US$41,29 per barel pada bursa berjangka Eropa ICE. Harga minyak Brent melesat 5,1 persen pada penutupan kemarin.

Harga minyak dunia kembali ke level dibawah US$40 per barel seiring dengan lonjakan kasus positif virus corona di sejumlah wilayah memunculkan kekhawatiran terhadap laju pemulihan ekonomi dunia.

Pasar juga akan menghadapi tambahan pasokan minyak dari OPEC+ dan Libya. Meski demikian, aksi mogok kerja di Norwegia yang berakibat pada penutupan sejumlah kilang sedikit mengimbangi kelebihan pasokan minyak dunia.

Harga minyak berjangka di New York tidak berubah banyak setelah meroket 5,9 persen pada hari Senin. Ketua DPR AS dari Partai Demokrat, nancy Pelosi, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin terus melakukan diskusi untuk membahas kelanjutan paket stimulus fiskal di tengah desakan Presiden Donald Trump untuk segera menyelesaikan rancangan anggaran tersebut.

Sementara itu, Presiden AS DOnald Trump telah meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Gedung Putih setelah menjalani perawatan untuk virus corona dan akan terus melanjutkan proses pemulihannya.

Pelaku pasar juga akan memperhatikan kondisi cuaca seiring badai tropis Delta yang semakin kuat setelah mendekati Teluk Meksiko. Badai ini akan menjadi badai ke 10 yang masuk ke wilayah AS pada tahun ini.

Presiden Weather Tiger LLC, Ryan Truchelut mengatakan, badai ini dapat mencapai kategori 3 dari skala Saffir-Simpson begitu memasuki wilayah AS.

Sumber : Bisnis.com