Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Luhut: Tumbuh 5%

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Luhut: Tumbuh 5%Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. - Reuters
22 Oktober 2020 09:37 WIB Ria Theresia Situmorang Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan bisa meningkat hingga 5% pada 2021.

Dalam acara Outlook 2020: The Years of Opportunity yang digelar oleh Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) pada Rabu (21/10/2020), Luhut menyatakan pengaruh ekonomi terhadap Covid-19 harus ditata keseimbangannya.

“Kalau kita lihat kuartal kedua [tahun ini] kita terkontraksi 5,3 persen dan kemudian pada kuartal ketiga ini mungkin sekitar [minus] 2 koma sekian persen,” paparnya.

Luhut menilai kondisi ekonomi dalam negeri sebenarnya jauh lebih baik di antara beberapa negara seperti India, beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, hingga Singapura yang membukukan kontraksi pertumbuhan ekonomi lebih dalam pada kuartal kedua tahun ini.

“Ini modal pokok kita untuk bisa tumbuh mungkin sekitar 5 persen lebih pada 2021,” ucapnya.

Dalam data yang disajikannya, Luhut menerangkan bahwa angka penanaman modal dalam negeri (PMDN) menurun dari puncaknya pada kuartal pertama 2020, tetapi penanaman modal asing (PMA) cenderung flat. Oleh sebab itu, dia menilai tidak ada gangguan pada laju investasi dari luar negeri ke Indonesia.

Dia menyatakan pula bahwa drai kunjungannya ke China beberapa waktu lalu, dia berpendapat angka investasi dari negara tersebut ke Indonesia akan fantastis pada masa depan.

Sementara, indikator seperti IHS Manufacturing PMI, penjualan semen hingga penjualan kendaraan roda empat di dalam negeri juga dinilai sudah menunjukkan posisi rebound dalam beberapa waktu terakhir, sehingga hal tersebut merupakan titik terang bagi pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah, lanjutnya, juga sudah menyiapkan dana Rp695,2 triliun untuk penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, pembiayaan korporasi, sektoral, dan pemda.

“Presiden minta agar angka ini bisa turun semua ke bawah, terutama UMKM, karena UMKM ini backbone ekonomi kita. Nah, sekarang kita paksa supaya belanja melalui e-catalogue atau Bangga Buatan Indonesia [gerakan nasional gotong royong dari UMKM untuk UMKM],” kata Luhut.

Sumber : bisnis.com