Dua Bandara di DIY Bisa Ditutup Jika Aktivitas Gunung Merapi Membahayakan

Dua Bandara di DIY Bisa Ditutup Jika Aktivitas Gunung Merapi MembahayakanPekerja konstruksi mendokumentasikan pesawat Citilink dengan no penerbangan GQ-3361 dari Jakarta mendarat pada sesi Proving Flight PK-GQQ di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
17 November 2020 13:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Ekbis Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- PT. Angkasa Pura 1 (AP 1) bakal menutup Bandara Adisucipto, Sleman dan Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Kulonprogo apabila kondisi Gunung Merapi kian memburuk.

General Manager (GM) Adisucipto yang juga menjabat sebagai PTS GM YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan pihaknya bersama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) terus melakukan monitoring terhadap kondisi Gunung Merapi yang saat ini berstatus siaga level III.

Jika suatu hari nanti gunung tersebut meletus atau minimal mengeluarkan debu vulkanik, maka dua bandara di DIY yakni Adisucipto dan YIA kemungkinan besar akan ditutup sementara.

Baca juga: Gunung Merapi Hendak Meletus, Sapi-Sapi Ikut Stres

"Kami di bandara hampir setiap hari monitor [kondisi Gunung Merapi] dengan LPPNPI atau AirNav. Dan sampai dengan saat ini sih tidak ada masalah, artinya kesiapsiagaan kita tetap ada, kalau terjadi hal buruk maka kapan kita close bandaranya dan tindakan lain-lain sudah kita monitoring terus," jelas Pandu kepada awak media, Selasa (17/11/2020).

Pandu mengatakan letusan Gunung Merapi berpotensi memunculkan debu vulkanik. Apabila debu itu mengarah ke selatan dan barat, yang mana itu merupakan lokasi Bandara Adisucipto dan YIA, maka dapat mengganggu aktivitas penerbangan di dua bandara tersebut.

"Oleh karena itu kami akan terus melakukan monitoring untuk nantinya menentukan langkah yang tepat jika terjadi hal buruk," ucapnya.