Gandeng KPK dan Kementerian ATR/BPN, PLN Selamatkan Aset Senilai Lebih Rp5 Triliun

Gandeng KPK dan Kementerian ATR/BPN, PLN Selamatkan Aset Senilai Lebih Rp5 TriliunPenyerahan Sertifikat Tanah dari Kanwil BPN Jateng kepada Para General Manager PLN dalam acara Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola Aset dan Penyerahan Sertifikat Aset PT PLN (Persero) dan Pemerintah Daerah Jawa Tengah di POP Hotel Semarang (22/12/2020). - Istimewa
28 Desember 2020 16:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Kerja sama antara PLN, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus dilakukan guna mempercepat pengamanan aset yang dimiliki perseroan.

PLN kembali menerima 623 sertifikat aset, sehingga hingga kini total PLN telah menerima 1.058 sertifikat tersebar di Jawa Tengah. Adapun total nilai aset tersebut mencapai Rp300 miliar.

Dengan begitu, total penyelamatan aset berjumlah mencapai 15.000 sertifikat. Jumlah tersebut termasuk sertifikat yang diserahkan pada acara koordinasi tata kelola aset di 12 provinsi dan dari laporan seluruh Unit Induk PLN di seluruh provinsi.

Berkat sinergi antara PLN, KPK dan Kementerian ATR/BPN, nilai aset tanah yang diselamatkan lebih dari Rp5 triliun.

Penyerahan tersebut dilaksanakan dalam acara Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola Aset dan Penyerahan Sertifikat Tanah kepada PLN dan Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang digelar di POP Hotel, Semarang, Selasa (22/12/2020).

Sertifikat diserahkan secara simbolis oleh Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal, kepada General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Sumaryadi, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah, Feby Joko Priharto, dan General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II yang diwakilkan oleh Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi, Akhmad Imron Rosyadi.

Penyerahan itu disaksikan pula secara langsung oleh Pimpinan KPK, Alexander Marwata, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali PLN, Haryanto WS, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto.

Pimpinan KPK, Alexander Marwata mengapresiasi kerja keras PLN bersama Kementerian ATR/BPN untuk mengamankan aset negara dengan melakukan sertifikasi tanah. Menurutnya, sertifikasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi dan penyalahgunaan aset negara.

“Program sertifikasi ini menjadi salah satu program KPK untuk mengamankan aset daerah, BUMN dan BUMD. Potensi korupsi yang besar bisa dicegah. Kami memaknai upaya pencegahan adalah harus didahulukan di dalam rangka pemberantasan korupsi,” ucap Marwata, melalui rilis, Senin (28/12/2020).

Senada, Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN, Sunraizal mengapresiasi menyampaikan tingginya inisiatif PLN dalam proses sertifikasi tanah membuat proses sertifikasi dapat dilakukan dengan cepat. Dengan aset PLN yang begitu besar, tentu berpotensi menimbulkan permasalahan jika tidak dilakukan sertifikasi.

“Kami mengapresiasi Direksi PLN yang langsung tancap gas dan Gubernur yang memberikan motivasi kepada BPN. Tanpa dukungan para pihak, rekan-rekan BPN tidak sekencang ini larinya,” kata dia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap dengan acara yang dilaksanakan di wilayahnya dapat meningkatkan tata kelola aset, khususnya di Jawa Tengah. “Mudah-mudahan ini membuat kami makin governance dalam mengelola aset,” ucap Ganjar.

Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali PLN, Haryanto WS, menyampaikan kerja sama ini adalah bentuk komitmen PLN untuk mengamankan, memelihara, dan mendayagunakan aset tanah dan properti yang dimiliki oleh PLN, demi masa depan penyediaan tenaga listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. “Alhamdulillah jalan mulai terbuka setelah PLN mendapatkan uluran tangan dari Kementerian ATR/BPN dan diperkokoh oleh KPK,” ucap Haryanto.