Sepi Penonton dan Jarang Ada Film, Bioskop Minta Dukungan Pemerintah

Sepi Penonton dan Jarang Ada Film, Bioskop Minta Dukungan PemerintahPengunjung menyaksikan film yang diputar di salah satu bioskop, di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (19/10/2020). - Antara
02 Januari 2021 07:07 WIB Iim Fathimah Timorria Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengusaha bioskop memperkirakan vaksinasi mulai tahun ini bisa kembali menggairahkan bisnis seiring kenaikan kepercayaan konsumen. Akan tetapi, tingginya kasus Covid-19 dan minimnya pasokan film baru membuat minat konsumen tetap rendah.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengemukakan bahwa dari 407 gedung bioskop yang tersebar di Tanah Air, hanya 55 persen yang beroperasi. Meski belum diiringi dengan kenaikan omzet signifikan, angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan kondisi dua bulan lalu.

“Omzet harian yang diraup maksimal 10 persen sampai 15 persen dari nilai normal,” kata Djonny saat dihubungi, Jumat (1/1/2021).

Jika omzet penjualan yang diraup pada akhir pekan mencapai Rp20 juta dalam sehari normal, pelaku usaha kini harus berpuas hati memperoleh Rp2 juta. Dia mengatakan minimnya penonton lantaran pasokan film populer yang terbatas.

“Kami lihat faktornya karena ketiadaan film yang menarik. Saat ini sudah ada judul-judul film produksi Hollywood yang masuk, akan tetapi belum mengerek penjualan tiket dengan maksimal,” lanjutnya.

Kondisi ini diperburuk dengan besarnya beban operasional di tengah ketiadaan stimulus. Djonny mengatakan pelaku usaha bioskop sejauh ini belum menikmati keringanan beban listrik yang bisa menyedot sampai 60 persen beban usaha.

“Kami harap pemerintah bisa memberi dukungan soal ini, termasuk penyeragaman pajak yang sejauh ini berbeda-beda di setiap daerah,” lanjutnya.

Menurutnya, pengusaha bioskop tidak menyiapkan strategi khusus dalam menjalankan bisnis di tengah pandemi yang masih berlanjut pada 2021. Dia hanya mengharapkan pemerintah daerah bersikap konsisten menyangkut izin operasional. Menurutnya, protokol kesehatan telah dijalankan para pelaku usaha dan kapasitas maksimal 50 persen pun dijalankan.

“Jika dibandingkan dengan transportasi yang kapasitasnya bisa sampai 75 persen, kami di bioskop risiko [penularan Covid-19] bisa dikatakan tidak lebih tinggi karena dari segi infrastruktur lebih besar,” ujarnya.

Dia mengatakan setidaknya 75 persen bioskop di Tanah Air harus buka agar pasokan film bisa lebih beragam, terutama film nasional. Selain itu, kehadiran judul-judul besar pada 2021 ini diharapkan dapat kembali menggairahkan bisnis.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan enam subsektor ekonomi kreatif, termasuk perfilman, menjadi sasaran penyaluran Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang disalurkan sebagai dukungan modal untuk peningkatan kapasitas produksi. Sepanjang 2020, dana BIP senilai Rp25 miliar disalurkan kepada 232 badan usaha di bidang ekonomi kreatif.

Sumber : Bisnis.com