Komisi XIII DPR Segera Panggil Imipas soal Fasilitas Apartemen di Lapas Cibinong
Komisi XIII DPR segera memanggil pejabat Imipas untuk menindaklanjuti temuan fasilitas berstandar apartemen di Lapas Cibinong.
Ilustrasi anggaran/APBN - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Realisasi penerimaan pajak hingga akhir 2025 tercatat Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025, meninggalkan selisih penerimaan atau shortfall sebesar Rp271,7 triliun.
Tekanan penerimaan pajak paling terasa pada semester I 2025. Kondisi tersebut dipicu perlambatan kinerja Pajak Penghasilan (PPh), terutama PPh Badan yang terkoreksi signifikan pada awal tahun.
Memasuki semester II 2025, kinerja penerimaan pajak mulai membaik. PPh Badan, PPh Orang Pribadi, hingga PPN dan PPnBM kembali mencatat pertumbuhan positif seiring perbaikan aktivitas ekonomi nasional.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam paparan APBN KiTa di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa secara bruto penerimaan pajak masih mencatat pertumbuhan, meski secara neto mengalami kontraksi tipis.
“Angka bruto penerimaan pajak itu tumbuh 3,7 persen. Angka neto penerimaan pajak adalah minus 0,7 persen,” kata Suahasil.
Ia mengatakan tekanan penerimaan pajak paling besar terjadi pada semester I 2025. Salah satunya tercermin dari kinerja Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang pada kuartal I 2025 turun sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, pada semester I 2025 penerimaan PPh Badan terkoreksi 10,4 persen. Namun, kondisi tersebut mulai membaik pada semester II 2025, seiring PPh Badan kembali tumbuh 2,3 persen dengan realisasi mencapai Rp321,4 triliun.
Kinerja serupa juga terjadi pada PPh Orang Pribadi. Pada paruh pertama 2025, penerimaan dari jenis pajak itu turun cukup dalam sebesar 19,4 persen.
Memasuki semester II 2025, PPh Orang Pribadi berbalik tumbuh 17,5 persen dengan realisasi Rp248,2 triliun. Sementara, penerimaan PPh Final tercatat terkontraksi 4 persen pada semester I 2025. Pada semester II, penerimaan PPh Final kembali tumbuh 8 persen dengan realisasi mencapai Rp345,7 triliun.
Untuk kelompok Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), penerimaan mengalami penurunan 14,7 persen pada paruh pertama 2025. Namun, pada paruh kedua 2025, penerimaan PPN dan PPnBM tumbuh 2,1 persen sehingga realisasinya mencapai Rp790,2 triliun.
Secara keseluruhan, penerimaan pajak bruto hingga akhir 2025 mencapai Rp2.278,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,7 persen dibandingkan realisasi bruto 2024 yang sebesar Rp2.197,3 triliun.
Meski belum mencapai target, perbaikan penerimaan pajak pada semester II 2025 menjadi sinyal pemulihan ekonomi yang diharapkan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi XIII DPR segera memanggil pejabat Imipas untuk menindaklanjuti temuan fasilitas berstandar apartemen di Lapas Cibinong.
Macklemore mengumumkan tur Free Palestine setelah dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran. Simak jadwal Dublin, Paris, dan London.
Marc Marquez mengakui Pedro Acosta bisa mengalahkannya saat menjadi rekan setim di Ducati pada MotoGP 2027. Acosta baru menang di Austria.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.
AI kini bekerja di balik berbagai fitur smartphone dan laptop, mulai dari pencarian, terjemahan, edit foto, penulisan hingga memahami konteks layar.
25 September 2026 memperingati sejumlah hari penting, termasuk Hari Jadi Kota Bandung, Hari Ataksia Internasional, Hari Apoteker Sedunia, dan World Dream Day.