Radiasi Smartphone Pengaruhi Aktivitas Otak Manusia, Ini Penjelasannya

Radiasi Smartphone Pengaruhi Aktivitas Otak Manusia, Ini PenjelasannyaSejumlah remaja menggunakan smartphone/ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020) - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
29 Januari 2021 00:27 WIB Novita Sari Simamora Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi virus Covid-19 telah membuat orang-orang menghabiskan waktu lebih banyak menggunakan smartphone.

Semua orang tahu bahwa radiasi seluler berbahaya bagi kesehatan, namun waktu yang kita habiskan untuk mengobrol dan menjelajah melalui ponsel selalu melebihi dari biasanya. 

Ahli dari Departemen Neurologi, AIIMS Manjari Tripathi mengungkapkan bahwa untuk mengetahui bagaimana radiasi seluler berdampak pada tubuh manusia, maka AIIMS dan Environics melakukan uji klinis untuk menyelidiki pengaruh radiasi ponsel terhadap aktivitas otak.

Sebagai bagian dari penelitian, para partisipan terpapar radiasi elektromagnetik dari ponsel dan perubahan frekuensi pola gelombang otak diamati. Relawan adalah individu sehat tanpa riwayat gangguan neurologis.

“Kami telah melihat sakit kepala, gangguan tidur, gangguan memori, pikiran berkabut, mudah tersinggung, impulsif, sakit tangan, sakit leher, penurunan penglihatan dan kehilangan dll sebagai akibat dari ponsel yang berlebihan menggunakan," ungkap Tripathi seperti dikutip dari Times of India, Kamis (28/1/2021).

Ajay Poddar, pakar Syenergy Environics menambahkan studi dengan AIIMS, maka ada evaluasi EEG (electroencephalogram) yang memonitor aktivitas listrik di otak. Pada dasarnya ada empat gelombang yang keluar dari otak kita. Ada gelombang alfa, beta, theta, dan delta yang dihasilkan dari otak kita dan mewakili aktivitas otak yang berbeda.

“Kami mempelajari implikasinya dan memilih ukuran statistik dari 30 sukarelawan dan memilih instrumen yang sangat canggih. Kami membuat orang berbicara di telepon selama 5 menit tanpa EnviroChip dan kemudian dengan EnviroChip. Kami memberi mereka istirahat dan memeriksa aktivitas otak mereka," ungkapnya.

Saat data dianalisis, ditemukan bahwa gelombang alfa dan theta - keduanya gelombang yang berhubungan dengan perasaan rileks - menunjukkan gelombang yang berfluktuasi, yang berarti menimbulkan stres bagi tubuh.

Tripathi menambahkan, “Sesuai dengan eksperimen yang kami lakukan di AIIMS, gelombang alpha, theta menunjukkan peningkatan yang lebih besar ketika ponsel diperbaiki dengan EnviroChip, dibandingkan dengan penggunaan ponsel tanpa hal yang sama. Bentuk gelombang ini berhubungan dengan keadaan relaksasi pikiran."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia