Kuartal Keempat Tumbuh Minus 2,19 Persen, Indonesia Masih Resesi

Kuartal Keempat Tumbuh Minus 2,19 Persen, Indonesia Masih ResesiKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).
05 Februari 2021 10:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal IV/2020 minus 2,19 persen (year on year/yoy), berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dengan demikian perekonomian Indonesia berada dalam fase resesi, Adapun secara kuartalan, ekonomi tumbuh sebesar minus 0,42 persen.

Dibandingkan kuartal III/2020, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut membaik. Seperti diketahui, pada kuartal III lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni mencapai 3,49 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan pertumbuhan triwulan keempat memang masih mengalami kontraksi 2,19 persen, tetapi jika dibandingkan kuartal sebelumnya, pertumbuhan ini menunjukkan perbaikan.

"Ada perbaikan meski belum sesuai harapan, oleh karena itu kita perlu melakukan evaluasi apa yang perlu diperkuat," ujar Suhariyanto, Jumat (5/2/2021).

Secara umum, struktur PDB Indonesia pada kuartal IV/2020 tidak berubah. Suhariyanto memaparkan ada lima sektor yang memberikan kontribusi, yaitu manufaktur, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertanian. 

Sumber : Bisnis.com