Elon Musk Sebut WhatsApp Tak Dapat Dipercaya, Kenapa?
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Rangkaian kereta rel listrik (KRL) melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/4/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA – Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo sudah mulai dioperasikan. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai pengoperasian moda transportasi ini dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi warga sekitar, yakni Jogja, Klaten, dan Solo.
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menyebut beroperasinya KRL Jogja-Solo tidak hanya memberikan peningkatan aksesibilitas dan memudahkan integrasi dalam bertransportasi, tetapi juga menambah nilai ekonomi.
"Pemda yang dilewati mestinya betul-betul dapat memanfaatkan keberadaan moda transportasi ini sebagai peluang meningkatkan perekonomian di daerahnya," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (9/2/2021).
Baca juga: Wawali: Kota Jogja Sudah Terbiasa dengan Konsep PTKM Mikro
Rabu (10/2/2021) akan menjadi hari bersejarah bagi warga Jogja, Klaten, dan Solo mengingat KRL di lintas Jogja-Solo tersebut beroperasi penuh untuk pertama kalinya.
Dia berharap KRL Jogja-Solo ini tidak hanya meningkatkan pelayanan jasa angkutan, keselamatan, aksebilitas, dan mobilitas antar moda, tetapi juga dapat meningkatkan jumlah pelancong domestik dan mancanegara untuk menikmati potensi wisata di sekitar Jogja, Klaten dan Solo.
"KRL Jogja-Solo juga diharapkan menginspirasi kota-kota lainnya untuk membangun hal serupa seperti kereta perkotaan Surabaya [Surabaya-Lamongan, Surabaya-Sidoarjo dan Surabaya-Mojokerto], Bandung [Padalarang-Bandung-Rancaekek], Semarang [Gubug-Semarang-Weleri]," imbuh Djoko.
Baca juga: Pers Diharapkan Berperan dalam Penanganan Pandemi Covid-19
Sebagai informasi, KRL Jogja-Solo hingga saat ini masih dalam tahap uji coba yang dapat diikuti masyarakat dan mulai besok Rabu (10/2/2021) akan beroperasi sepenuhnya untuk melayani para pengguna.
Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) Wiwik Widayanti mengatakan setelah beroperasi penuh, akan ada 20 perjalanan KRL yang setiap harinya beroperasi di lintas Yogyakarta-Solo PP.
“Perjalanan KRL lintas Jogja-Solo PP ini nantinya berjumlah 20 perjalanan merujuk pada Grafik Perjalanan Kereta Api [Gapeka] tahun 2021. KRL akan melayani naik dan turun para pengguna di 11 stasiun,” ujarnya.
Adapun stasiun –stasiun yang dimaksud yaitu Stasiun Jogja, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solo Balapan.
Waktu tempuh perjalanan KRL ini rata-rata sekitar 68 menit, lebih cepat dibandingkan perjalanan KA Prameks dengan waktu tempuh rata-rata selama 75 menit dengan pemberhentian di 7 stasiun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.