Bagaimana Kelanjutan Proyek Fasilitasi UMKM di Hotel Mutiara dan Eks Bioskop Indra?

Bagaimana Kelanjutan Proyek Fasilitasi UMKM di Hotel Mutiara dan Eks Bioskop Indra?Foto ilustrasi - Harian Jogja/Nina Atmasari
22 Maret 2021 12:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah proyek pembangunan untuk memfasilitasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY masih terus berjalan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) DIY, Srie Nurkyatsiwi menjelaskan setidaknya ada dua lokasi di kawasan Malioboro yang telah disiapkan untuk UMKM. Pertama eks Hotel Mutiara yang telah dibeli Pemda DIY. Dia menjelaskan secara simultan juga pada 2020 melakukan bentuk kajian dari sisi konstruksi, dan ke depan terkait sisi mekanisme pengelolaannya.

Dia menjelaskan pentingnya kajian konstruksi tersebut, karena bentuk pemanfaatan yang berbeda dari sebelumnya. “Kemarin hotel, ke depan untuk penataan UMKM untuk naik kelas. Kemudian di 2021 kami juga berproses melakukan pengadaan lelang DED [Detail Engineering Design]. Kalau kemarin sudah uji konstruksi layak, nanti akan kami detailkan lagi, karena pemerintah dalam mengembangkan tidak mungkin gegabah,” ujar Siwi, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Ada Diskon Hingga 90% + Voucher, Belanja di Shopee Murah Lebay Emang Murah Kebangetan!

Siwi menjelaskan tahun depan atau 2022 baru akan dibangun secara fisik dari hasil DED itu. Siwi juga menjelaskan untuk UMKM yang akan mengisi akan melewati proses kurasi. “Pastinya punya kualitas yang sudah bagus, sudah sustainable. Untuk yang belum masuk, nanti ada tempat tersendiri, kan kita banyak lokasi pemberdayaan UMKM,” ucapnya.

Sementara lokasi yang telah lebih dulu selesai yaitu bekas lahan Bioskop Indra. Meski begitu, hingga saat ini lokasi tersebut belum digunakan. Siwi menjelaskan saat ini sedang berkoordinasi siapa nantinya yang akan menempati lokasi tersebut.

“Tidak mungkin langsung pindah, tetapi diatur terkait kelembagaannya, regulasi, SDM pengelolanya. Jangan sampai memindah sana, tetapi tidak ada yang datang. Skema transportasi, alur yang datang, parkir harus dipikirkan ekosistem ini,” ujarnya.

Baca juga: Lewat Sanggar, Warga Keparakan Jogja Ajarkan Etika dan Seni kepada Anak-Anak

Siwi berharap lokasi tersebut bisa ditempati tahun ini. Namun, dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini masih menjadi pertimbangan tersendiri. Dikatakannya perhatian pada protokol kesehatan harus dilakukan juga saat ini.

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono mengatakan produk UMKM dapat dikatakan menjadi andalan di DIY. Rencana Pemda DIY untuk mengembangkan sentra untuk penjualan hasil UMKM dinilainya baik.

“Memang perlu adanya showroom yang terpadu, entah nanti pembuatannya dimana, tetapi ada satu tempat untuk penjualan itu bagus sekali. Kalau bisa jadi satu pusat UMKM bagus sekali,” ucap Miyono.