Advertisement
Objek Wisata di Kulonprogo Gunakan Aplikasi QUAT untuk Transaksi Pembayaran
Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY menyerahkan aplikasi QUAT (QRIS Ultimate Automated Transaction) kepada sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo. Selain penyerahan QUAT, pemberian corporate social responsibility (CSR) juga dilakukan untuk mendukung perekonomian Kulonprogo. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY menyerahkan aplikasi QUAT (QRIS Ultimate Automated Transaction) kepada sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo. Selain penyerahan QUAT, pemberian corporate social responsibility (CSR) juga dilakukan untuk mendukung perekonomian Bumi Binangun.
Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan penyerahan sistem pembayaran QUAT yang diberikan kepada sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo guna mendukung protokol pencegahan penularan Covid-19.
Advertisement
"Selain itu, kita mendukung agenda nasional dalam rangka perluasan akses pemakaian QRIS. Salah satunya adalah tempat wisata dengan segala turunannya seperti kuliner dan lainnya. Sistem pembayaran dengan aplikasi QUAT dinilai aman, praktis, dan bisa diakses dari semua kanal pembayaran yang lain," ujar Santoso Rahmad saat diwawancarai di objek wisata Hutan Mangrove Kadilangu, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Rabu (7/4/2021).
Sebagai informasi, QUAT merupakan aplikasi penerbitan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi pemilik usaha agar proses dengan QR code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Peluncuran QUAT menjadi bagian dari inovasi Bank BPD DIY dalam layanan transaksi digital.
"Kehadiran QUAT juga dalam rangka mendukung UMKM. QUAT juga nantinya hadir di sejumlah hotel yang akan dibangun di Kulonprogo. QUAT juga dalam rangka untuk mendukung UMKM. QUAT menjadi bukti bahwa kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menumbuhkan ekonomi," terang Santoso Rohmad.
Selain pemberian QUAT kepada sejumlah objek wisata yang ada di Kulonprogo, BPD DIY juga telah melaksanakan tugasnya dengan memberikan CSR kepada kepada pemerintah kabupaten Kulonprogo. Lebih dari satu miliar telah digelontorkan Bank BPD DIY untuk memberdayakan masyarakat.
"Nilai satu miliar lebih digunakan untuk sejumlah hal. Di antaranya, bantuan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kulonprogo, bedah rumah 15 KK, bantuan dana pendidikan sebanyak Rp100 juta kepada siswa siswi kurang mampu, ambulans, pencegahan penularan Covid-19, pembuatan tugu selamat datang di Congot," kata Santoso Rohmad.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulonprogo Joko Mursito, mengatakan mekanisme pembayaran dengan QUAT merupakan program penting selama pandemi Covid-19. Transaksi secara tatap muka yang riskan terhadap penularan Covid-19 akan digantikan dengan sistem pembayaran melalui QUAT.
"Sementara ini baru delapan titik yang ada mekani pembayaran QUAT. Akan tetapi, yang sudah jalan itu baru Pantai Glagah dan Hutan Mangrove Kadilangu. Delapan itu destinasi wisata yang dikelola oleh pemerintah," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Emas dan Uang Rp46,8 Juta Raib, Polisi Selidiki Pencurian di Kokap
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Konsumsi Pertamax Naik 3,5 Persen
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
Advertisement
Advertisement




