Advertisement
Experience Economy Diprediksi Menguat, Jogja Punya Modal Besar
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tren experience economy diperkirakan semakin menguat pada 2026. Sebagai kota wisata, Jogja dinilai memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor ini guna memperkuat perekonomian daerah.
Potensi experience economy di Jogja didukung ragam wisata berbasis pengalaman, mulai dari wellness, kuliner, kafe, seni budaya, konser musik hingga pameran. Selama libur Natal dan Tahun Baru, lebih dari 5 juta wisatawan berkunjung ke Jogja dan sebagian besar membelanjakan uangnya untuk pengalaman wisata.
Advertisement
Secara nasional, Celios memproyeksikan experience economy pada 2026 mampu mendorong perekonomian hingga Rp442,01 triliun, berkontribusi Rp372,75 triliun terhadap PDB, serta membuka lapangan kerja bagi 6,98 juta orang. Sub sektor dominan meliputi fashion, kriya, kuliner, penerbitan, aplikasi gim, periklanan, film, animasi, dan seni pertunjukan.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menjelaskan potensi experience economy jogja cukup besar karena menjadi destinasi wisata mulai dari wellness, cafe, atraksi budaya, konser musik dan pameran seni.
BACA JUGA
“Ada 5 juta lebih pelancong ke Jogja selama nataru [natal dan tahun baru], sebagian melakukan belanja experience economy. Inovasinya terus berkembang, misalnya ketika ada lebih dari 800 cafe menyajikan kopi di jogja, kemudian muncul booming matcha yang menawarkan pengalaman berbeda,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Secara nasional, Celios memproyeksikan experience economy pada 2026 ini dapat mendorong perekonomian sampai Rp442,01 triliun. Sektor ini juga berkontribusi sebesar Rp372,75 triliun pada Produk Domestik Bruto (PDB) dan membuka lapangan kerja untuk 6,98 juta jiwa.
Adapun subsektor yang dominan dalam experience economy ini diantaranya fashion senilai Rp104,3 triliun, kriya Rp71,5 triliun, kuliner Rp44,5 triliun, penerbitan Rp11,2 triliun, aplikasi dan game Rp3,1 triliun, periklanan Rp1,9 triliun, film dan animasi Rp1,19 trilun dan seni pertunjukan Rp0,54 triliun.
Menurutnya, konser musik menjadi salah satu event di Jogja yang mendongkrak experience economy. “Potensi konser musik berbagai genre cukup ramai di Jogja. Pesertanya pun berasal dari dalam dan luar negeri,” ungkapnya.
Meski demikian, beberapa tantangan masih harus dihadapi diantaranya promosi event, lama tinggal atau duration of stay dan fokus wisatawan masih di tengah Kota Jogja. “Perlu pengembangan lebih masif lagi layanan experience economy di selatan Jogja. Bisa berbentuk adventure alam maupun restoran dengan sajian khas,” kata dia.
Untuk mendukung tren ini, beberapa hal bisa dilakukan Pemda DIY. “Pemda bsia mengelola karst jadi kawasan eko wisata premium, memberi subsidi sewa lahan atau stadion untuk acara konser musik,” katanya.
Pemda DIY juga bisa memastikan transportasi publik terintegrasi ke lokasi experience economy sehingga mempermudah akses wisatawan. “Lalu fasilitas promosi ke wisatawan mancanegara juga bisa dioptimalkan lagi,” ujarnya.
Bhima menilai Pemda DIY perlu mendukung tren ini melalui pengembangan wisata di luar pusat kota, pengelolaan karst sebagai ekowisata premium, subsidi venue konser, serta integrasi transportasi publik guna memperkuat experience economy Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Relokasi 109 Pedagang Pantai Sepanjang Rampung, Ini Tahap Lanjutannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Konsumsi Pertamax Naik 3,5 Persen
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
Advertisement
Advertisement




