Akses Layanan Keuangan Warga DIY Capai 98,74 Persen, Peringkat Kedua Nasional
Akses masyarakat terhadap layanan keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 98,74% pada 2026. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuan
Bank BPD DIY. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Di tengah masa pandemi Covid-19 Bank BPD DIY mampu mempertahankan bahkan meningkatkan performanya serta memberikan layanan yang senantiasa terus ditingkatkan kepada masyarakat.
Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, Bank BPD DIY mendapat kepercayaan dari Pemerintah dengan penempatan dana sebesar Rp1 triliun guna mendukung pemulihan ekonomi khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di sisi lain, Bank BPD DIY juga terus berupaya beradaptasi sesuai tuntutan dengan mengembangkan produk dan layanan berbasis digital. Didukung dengan kesiapan infrastruktur dan standar keamanan yang tinggi, Bank BPD DIY berkomitment untuk memberikan solusi transaksi keuangan yang lebih mudah, cepat dan aman.
Hingga Triwulan (TW) I 2021 atau sampai dengan bulan Maret 2021, indikator keuangan utama Bank BPD DIY menunjukan pertumbuhan yang positif. Prestasi di Triwulan I 2021 ini dibuktikan juga dengan diperolehnya beberapa penghargaan (award) dari beberapa lembaga yang kredibel.
Sampai dengan TW I atau bulan Maret tahun 2021, Bank BPD DIY juga mencatatkan kinerja yang memuaskan, seiring dengan capaian pada indikator keuangan utama.
Di sisi aset, aset Bank BPD DIY pada TW I 2021 tercatat sebesar Rp 15,713 triliun, atau tumbuh sebesar 25,73% (year on year/ yoy) dari posisi aset pada TW I 2020 yang besarnya Rp 12,498 triliun.

Selain itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), pada TW I 2021 tercatat sebesar Rp 12,920 triliun, atau tumbuh sebesar 28,52% (yoy) dari posisi DPK pada TW I 2020 yang besarnya Rp 10,052 triliun.

Sedangkan penyaluran kredit dan pembiayaan pada TW I 2021 tercatat sebesar Rp 9,019 triliun, atau tumbuh sebesar 6,47% (yoy) dari posisi penyaluran kredit dan pembiayaan pada TW I 2020 yang besarnya Rp 8,471 triliun.

Dari sisi rentabilitas, Bank BPD DIY rupanya sudah mulai keluar dari dampak Covid 19, terbukti perolehan laba yang dihasilkan pada TW I 2021 adalah sebesar Rp 85,26 miliar, atau tumbuh spektakuler sebesar 25,63% (yoy) dari posisi perolehan laba pada TW I 2020 yang besarnya Rp 67,87 miliar.

Performa kredit dan pembiayaan yang disalurkan pun juga menunjukkan kualitas yang semakin baik. Hal ini ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan / NPL), yang semakin menurun. Rasio NPL gross untuk TW 1 2021 adalah sebesar 2,05%, lebih baik dari Rasio NPL gross akhir tahun 2020 yang masih sebesar 2,14%.

Raihan prestasi di Triwulan 1 ini dibuktikan juga dengan diperolehnya beberapa penghargaan (award) oleh Bank BPD DIY selama Triwulan (TW) I (pertama) tahun 2021 ini.
Penghargaan itu antara lain adalah



Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses masyarakat terhadap layanan keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 98,74% pada 2026. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuan
Pemerintah memperpanjang tenggat wajib halal hingga 17 Oktober 2028. Pengusaha menyoroti kesiapan UMKM, biaya sertifikasi, dan edukasi.
Pengangguran DIY mencapai 70.560 orang pada Mei 2026. DPRD DIY mendorong sinergi sekolah dan industri untuk meningkatkan kompetensi lulusan.
Mahasiswa UMY, UII, UGM, dan HMI berunjuk rasa di DPRD DIY, Malioboro, untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Koperasi Merah Putih Tamanmartani di Sleman memiliki 1.118 anggota dan menggandeng 109 pedagang kelontong untuk memasok sembako.
BPBD Sleman memperkuat mitigasi bencana Merapi melalui perbaikan jalur evakuasi, penambahan EWS, edukasi warga, dan simulasi rutin.