Pasca Lebaran, 23.470 Tiket Kereta Api Ludes Terjual

Pasca Lebaran, 23.470 Tiket Kereta Api Ludes TerjualPenumpang menunggu kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (18/4/2021). Adanya larangan pemerintah untuk mudik pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang, membuat sebagian warga memilih mudik lebih awal dan dalam satu pekan terakhir jumlah penumpang di stasiun tersebut berkisar antara 1.000-2.500 penumpang per hari. - Antara
14 Mei 2021 18:18 WIB Anitana Widya Puspa Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA –Sebanyak 23.470 tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) ludes terjual pada 14–17 Mei (2021). Menurut keterangan VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Joni Martinus, belum bisa memproyeksikan jumlah pelanggan pada arus balik karena penjualan tiket masih berlangsung. Namun, berdasarkan dari data hingga saat ini, total tiket yang terjual adalah sebanyak 23.740 tiket KA Jarak Jauh

"Dari periode 14 Mei 2021 - 17 Mei 2021 penjualan tertinggi ada pada 16 Mei yaitu sebanyak 9.231 tiket," kata Joni, Jumat (14/5/2021).

Ia menyebutkan tidak ada antisipasi khusus dari KAI untuk arus balik Lebaran tahun ini. Hal itu dikarenakan KAI masih menerapkan pembatasan siapa saja yang boleh bepergian pada periode 6–17 Mei 2021 ini. Selain itu, petugas verifikasi dan pelayanan di stasiun tetap beroperasi normal.

Selama masa peniadaan mudik Lebaran, KAI tetap mengoperasikan 10 perjalanan KA Jarak Jauh Komersial dan 28 perjalanan KA Jarak Jauh PSO untuk melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, bukan untuk kepentingan mudik maupun balik.

Adapun sebagai informasi, total pergerakan sebelum larangan mudik Sebelum masa peniadaan mudik (22 April 2021–5 Mei 2021), KAI melayani rata-rata 36.435 pelanggan per hari. Setelah masuk masa peniadaan mudik (6–13 Mei 2021), rata-rata volume pelanggan yang KAI layani turun 85 persen yaitu sebanyak 5.577 pelanggan per hari.

Adapun, selama 4 hari sejak diberlakukan larangan mudik oleh pemerintah, KAI telah memberangkatkan 16.971 masyarakat ke tiga kota di daerah Jawa, seperti Semarang, Jogja dan Tegal.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia